Daerah  

Korwil SPPI Bondowoso Ungkap Sejumlah SPPG Vakum Sementara, Tak Punya Ahli Gizi Hingga Masalah IPAL

Korwil SPPI Bondowoso, Mila Afriana Agustin, bersama Kepala dapur SPPG Wonosuko, berkunjung ke Mapolres Bondowoso, Selasa (9/6/2026). (Foto: Humas Polres - Ubay/ZONA INDONESIA).
Korwil SPPI Bondowoso, Mila Afriana Agustin, bersama Kepala dapur SPPG Wonosuko, berkunjung ke Mapolres Bondowoso, Selasa (9/6/2026). (Foto: Humas Polres - Ubay/ZONA INDONESIA).

BONDOWOSO – Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustin, mengungkapkan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa berhenti beroperasi sementara atau vakum.

Menurut Mila, kondisi ini disebabkan oleh beberapa kendala mendasar, mulai dari ketiadaan tenaga ahli gizi hingga proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum selesai.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 80 dapur SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 unit untuk sementara belum dapat beroperasi.

“SPPG Wringin 1 menghentikan layanan sejak 14 Maret 2026 karena belum memiliki tenaga ahli gizi, sedangkan 13 unit lainnya berhenti beroperasi sementara sejak 25 Mei 2026 karena proses pembangunan IPAL,” ujar Mila usai melakukan kunjungan kerja di Mapolres Bondowoso, Selasa (9/6/2026).

Selain itu, enam unit SPPG lainnya juga direncanakan menghentikan operasional sementara sambil menunggu pencairan anggaran operasional.

Kendati demikian, per Selasa kemarin, proses pencairan dana dari pemerintah sedang berjalan secara bertahap menuju rekening masing-masing SPPG.

“Selain itu, terdapat perbedaan pemahaman antara mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola SPPG terkait pelaksanaan program di lapangan, yang menjadi salah satu kendala teknis,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan struktur organisasi di tingkat pusat turut berdampak pada proses pencairan dana melalui Virtual Account (VA) di sejumlah SPPG, sehingga menghambat kelancaran operasional.

“Kendala pencairan ini memerlukan penyesuaian administrasi maupun teknis agar pelaksanaan program dapat kembali berjalan lancar sesuai ketentuan,” pungkasnya.

Pewarta: Ubay – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *