SITUBONDO – Tiga lembaga pendidikan, yakni SMP Negeri 1 Jatibanteng, SD Negeri 3 Jatibanteng, dan PGRI Kecamatan Jatibanteng mengalami krisis air bersih.
Penyebabnya, yaitu suplai air dari PDAM yang macet.
Wakil Ketua DPRD Situbondo, Andi Handoko yang meninjau lokasi membenarkan kondisi tersebut.
“Kami menerima informasi krisis air bersih di SMP Negeri 1 Jatibanteng kami langsung ke lokasi. Kondisinya memang demikian, bahkan SD Negeri 3 Jatibanteng dan Kantor PGRI Kecamatan Jatibanteng juga mengalami krisis air bersih,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, Legislator PDI-P ini menyampaikan, krisis air bersih diakibatkan suplai air dari PDAM yang macet, sehingga air bersih tidak lagi mengalir.
Kondisi tersebut tentunya mengganggu aktivitas proses belajar mengajar di dua sekolah negeri tersebut.
“Sebenarnya ada tiga lembaga yang terdampak krisis air bersih, yaitu SMP Negeri 1 Jatibanteng, SD Negeri 3 Jatibanteng, dan Kantor PGRI Kecamatan Jatibanteng. Krisis air di dini disebabkan PDAM yang macet, sehingga mereka menumpang di sumur warga yang jaraknya cukup jauh,” ujarnya.
Oleh karena itu, Andi mengusulkan adanya pengeboran air bersih di lokasi tersebut.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Sekda, bahwa di SMA Negeri 1 Jatibanteng ini butuh pengeboran air bersih. Sehingga proses belajar mengajar di tiga lembaga pendidikan ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Jatibanteng, Hardin berharap, pengeboran air bersih di sekolah yang ia pimpin bisa dipercepat.
Sebab, sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi di sana.
“Saya sebagai kepala sekolah SMP Negeri 1 Jatibanteng mengharapkan agar dipercepat untuk pengeboran sumur bor di SMP ini. Sehingga nanti bisa memenuhi kebutuhan air bersih di SMP Negeri 1 Jatibanteng, SD Negeri 3 Jatibanteng dan gedung PGRI Kecamatan Jatibanteng,” katanya.
Di tempat yang sama, Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Jatibanteng, Mohammad Haris menyampaikan, pengeboran air bersih sangat dibutuhkan.
Ia pun berharap program tersebut segera terealisasi.
“Terima kasih atas niat baik pak dewan untuk membantu kami terkait dengan sumber air. Saya sampaikan air bersih sangat dibutuhkan di tiga lembaga pendidikan ini,” ucapnya.
Lebih jauh, Haris menyatakan, pengeboran air bersih agar segera terealisasi.
Sehingga, bisa menjadi pilot project di sekolah-sekolah SD di Kecamatan Jatibanteng yang juga mengalami krisis air bersih.
“Pengeboran air bersih di SD Negeri 3 Jatibanteng tidak menutup kemungkinan untuk SD-SD lainnya seperti di Patemon dan Kembang Sari. Oleh karenanya, yang satu-dua titik di sini bisa menjadi pilot project mungkin bisa dilakukan di sekolah lain,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kasi Trantib Kecamatan Jatibanteng Jupri mengapresiasi, respon cepat Andi Handoko yang turun ke sekolah yang mengalami krisis air bersih.
“Dan kami berharap pengeboran air bersih ini bisa dipercepat, karena ini menyangkut kenyamanan proses belajar mengajar anak-anak kami di sini,” katanya.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA











