JEMBER – Anggota DPRD Jember dari Fraksi NasDem, David Handoko Seto, menggelar Reses Masa Persidangan ke-II Tahun 2026, Sabtu (18/7/2026).
Dalam kesempatan itu, David menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang akan dikawal pelaksanaannya, mulai dari pembangunan infrastruktur, program makan bergizi gratis (MBG), hingga program beasiswa yang diluncurkan Bupati Jember.
David mengawali paparannya dengan menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur yang akan segera dimulai.
“Insya Allah mulai bulan Agustus ini sudah diluncurkan untuk pembangunan infrastruktur,” ujar David.
Selanjutnya, David mengungkapkan persoalan program makan bergizi gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan lantaran ditemukan sejumlah kasus makanan tidak layak konsumsi, bahkan ada yang berujung keracunan.
Ia meminta masyarakat yang hadir dalam reses untuk ikut mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan masing-masing.
“Kami minta kepada masyarakat yang hadir untuk turut mengawal SPPG di sekitar rumahnya, bilamana ada yang memang tidak sesuai dengan mekanisme maka kami akan turun dan akan kami laporkan kepada Satgas MBG,” kata David.
David menegaskan, apabila ditemukan SPPG yang tidak memenuhi standar dan merugikan masyarakat, pihaknya akan meminta agar operasionalnya disetop, bahkan izinnya dicabut jika diperlukan.
“Karena masa depan anak-anak bangsa kita jauh lebih berharga daripada hanya sekadar MBG. MBG ini program bagus, kami minta tidak ada pengkhianatan di bawah seperti itu,” tegasnya.
Poin ketiga yang disampaikan David dalam reses tersebut adalah program beasiswa yang diluncurkan oleh Bupati Jember.
“kami berharap dengan adanya reses ini semakin banyak masyarakat yang tahu dan paham bagaimana mekanisme pendaftaran daripada beasiswa itu sendiri, agar nantinya semakin banyak masyarakat Kabupaten Jember yang merasakan manfaat dari program Bupati Jember ini,” ujarnya.
Selain tiga poin yang disampaikan David, reses tersebut juga menghadirkan materi lain terkait pentingnya peran wali asuh bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Materi ini disampaikan oleh anggota Tim Penggerak PKK, Yuniarti Puji Astuti, yang menyebut banyaknya pekerja migran asal Kabupaten Jember kerap berdampak pada minimnya perhatian terhadap anak yang ditinggalkan, mulai dari kasus pelecehan hingga salah pergaulan.
Yuniarti menekankan bahwa masyarakat sekitar perlu berperan sebagai wali asuh agar anak-anak tersebut tetap tumbuh sesuai harapan orang tua masing-masing.
Terkait program beasiswa yang disinggung dalam reses tersebut, diketahui Pemerintah Kabupaten Jember menggelontorkan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk Program Beasiswa Cinta Bergema, yakni beasiswa yang menyasar 4.200 mahasiswa asal Kabupaten Jember.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA











