Daerah  

Bapang Mulai Didistribusikan, Bulog Kanca Bondowoso Siapkan Lebih 4.000 Ton Beras

Penyaluran beras bantuan pangan di desa Kemuning, Kecamatan Tamanan Bondowoso, Rabu (26/8/2026). (Foto: Ubay/ZONA INDONESIA).
Penyaluran beras bantuan pangan di desa Kemuning, Kecamatan Tamanan Bondowoso, Rabu (26/8/2026). (Foto: Ubay/ZONA INDONESIA).

BONDOWOSO — Perum BULOG Kantor Cabang (Kanca) Bondowoso mulai menyalurkan lebih dari 4.000 ton beras Bantuan Pangan (Bapang) pada Rabu (26/8/2026).

Penyaluran tersebut merupakan alokasi bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026, dengan setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras.

Bulog mencatat Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Bondowoso saat ini sebanyak 166.275.

Distribusi tahap awal dilakukan secara serentak melalui kantor desa di wilayah sasaran.

Penyaluran dijadwalkan berlangsung pada 26, 27, 28, dan 31 Agustus 2026, meliputi Kecamatan Bondowoso, Curahdami, Binakal, Tamanan, dan Grujugan.

Pemimpin Cabang Perum BULOG Bondowoso Eko Yudi Miranto, mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras.

Menurutnya, bantuan pangan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima sekaligus menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat.

“Kami memastikan bahwa seluruh rangkaian proses penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli hingga September 2026 ini berjalan lancar dan tepat sasaran ke para penerima,” ujar Eko, Rabu (26/8/2026).

Ia menegaskan, melalui sinergi yang kuat di lapangan, pihaknya berupaya agar bantuan bisa sampai tepat sasaran, tertib administrasi, serta tepat jumlah kepada para keluarga penerima manfaat.

Selain Bondowoso, Bulog Kanca Bondowoso juga menjadwalkan penyaluran Bapang di Kabupaten Situbondo pada 27, 28, 29, dan 31 Agustus 2026.

Tahap awal di Situbondo mencakup Kecamatan Banyuglugur, Banyuputih, Jatibanteng, dan Asembagus.

Untuk kecamatan lain yang belum masuk jadwal awal, Bulog bersama pemerintah daerah masih melakukan koordinasi untuk menentukan waktu distribusi. Seluruh penyaluran di wilayah yang tersisa ditargetkan rampung paling lambat akhir September 2026.

Eko menambahkan, kelancaran distribusi membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas sektor.

Proses penyaluran di tingkat desa melibatkan pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, serta unsur pengamanan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima, dengan jumlah yang sesuai dan proses distribusi berlangsung tertib.

Pewarta: UbayZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *