Daerah  

Pemkab Jember dan Majelis Sholawat Sokarajjeh Doa Bersama untuk Bangsa

Jember Bersholawat di Alun-Alun Kota, Rabu (5/8/2026) malam. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Jember Bersholawat di Alun-Alun Kota, Rabu (5/8/2026) malam. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Majelis Sholawat Sokarajjeh menggelar doa kebangsaan dan sholawat bersama di Alun-alun Jember Nusantara, Rabu (5/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Ribuan jamaah memadati kawasan Alun-alun Jember Nusantara.

Mereka terdiri atas alumni, simpatisan, serta pengurus Majelis Sholawat Sokarajjeh dan Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Jember maupun subrayon dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jember, serta jamaah dari berbagai daerah di luar Jember.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait; Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Imam Fauzi; Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy; dan Ketua IKSASS Rayon Jember, KH Abdul Aziz.

Sejumlah pejabat nasional juga tampak hadir, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin; Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona; Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghofar; serta Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi.

Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jember yang terdiri atas Wakapolres Jember, perwakilan Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kepala Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pimpinan sejumlah instansi vertikal lainnya.

Selain unsur pemerintahan, acara tersebut juga dihadiri pimpinan Universitas Ibrahimy (UNIB) dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Kehadiran mereka berkaitan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Ibrahimy di sejumlah wilayah di Kabupaten Jember yang tengah menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya tokoh dari enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Buddha, Katolik, Hindu, Kristen Protestan, dan Konghucu.

Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kerukunan sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada KHR Achmad Azaim Ibrahimy yang berkenan hadir memimpin doa dan sholawat bersama di Kabupaten Jember.

“Mudah-mudahan kehadiran beliau menjadikan perantara menuju Jember Baru Jember Maju,” ujar Gus Fawait.

Pada kesempatan itu, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, salah satunya dengan mendekatkan berbagai layanan administrasi ke tingkat kecamatan sehingga masyarakat tidak lagi harus datang ke pusat pemerintahan di kota.

“Sekarang bikin KTP gak usah susah-susah, cukup di kecamatan. Ngurus perizinan tidak perlu ke mall pelayanan publik di kota, sekarang ada di kecamatan. Ini bentuk keadilan bahwa seluruh warga Jember berhak mendapatkan pelayanan publik yang adil,” katanya.

Di bidang kesehatan, menurut Gus Fawait, masyarakat yang memiliki KTP Jember kini dapat mengakses layanan berobat gratis di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Jember juga telah menjalankan program Home Care yang menghadirkan layanan tenaga kesehatan langsung ke rumah warga kurang mampu dengan dukungan teknologi telemedicine.

“Ini merupakan cita-cita besar dari Bapak Presiden Prabowo dan juga Kabupaten Jember,” ucapnya.

Sementara di sektor pendidikan, Pemkab Jember melanjutkan program beasiswa bagi mahasiswa asal Jember.

Ia menyebut pada 2025 terdapat lebih dari 7.000 lebih mahasiswa yang memperoleh beasiswa, sedangkan pada tahun ini sekitar 4.000 mahasiswa kembali mendapat kesempatan yang sama.

“Istimewanya ada kategori khusus santri, jadi santri tidak perlu keluar dari pesantren, bisa kuliah di pesantren dengan beasiswa,” ujar Gus Fawait.

Ia berharap Majelis Sholawat Sokarajjeh dapat menjadikan kegiatan sholawat bersama di Jember sebagai agenda tahunan.

“Kami harap berkenan menggelar sholawat agar barokahnya mengalir di Jember. Selain itu, kegiatan ini juga membawa berkah di bidang ekonomi sehingga ekonomi Jember terus bergerak,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH Achmad Azaim Ibrahimy, mengatakan kehadirannya di Jember merupakan bagian dari ikhtiar melanjutkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia melalui perjuangan para ulama, syuhada, dan para pendahulu bangsa.

Menurut Kiai Azaim, bulan Agustus memiliki makna penting karena menjadi momentum menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mempersiapkan diri, dhohir dan batin, menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Mengenang kembali, memperbaharui rasa syukur atas dilahirkannya baginda Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Kiai Azaim juga mengajak masyarakat untuk terus merawat kemerdekaan dengan memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Ia menilai rasa syukur harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

“Semoga dengan bertambahnya rasa syukur ini, mendapatkan pula tambahan anugerah dari Allah SWT, dikuatkan Iman dan Islam kita, ditingkatkan ketaqwaan kita, sehingga membawa kemaslahatan dan kedamaian bagi semua,” ucapnya.

Dalam tausiyahnya, Kiai Azaim turut mengenang tanggal 4 Agustus sebagai hari wafat Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin yang setiap tahun diperingati keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya dilakukan para tokoh nasional, tetapi juga banyak ulama dan pejuang asal Jember yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa.

“Disinilah kita terlahir, dan di bumi ini mungkin kita kelak akan dikembalikan,” pungkas Kiai Azaim.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *