JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi strategis untuk mengoptimalkan peran sektor perbankan dalam menjaga serta memacu laju perekonomian daerah.
Komitmen bersama ini dibahas melalui ajang high level dialogue di Kantor OJK Jember pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Acara tersebut menghadirkan para pimpinan perbankan se-Kabupaten Jember sebagai wadah penyatuan langkah antara pemerintah daerah, regulator, dan pelaku industri perbankan dalam memperluas cakupan pembiayaan ekonomi.
Langkah penguatan ini berlandaskan pada catatan tren positif kinerja ekonomi Kabupaten Jember yang berhasil tumbuh sebesar 6,32 persen pada triwulan pertama tahun 2026.
Angka tersebut menempatkan Kabupaten Jember sebagai daerah dengan laju pertumbuhan tertinggi di wilayah Sekarkijang.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi ini harus dijaga agar dampaknya benar-benar dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas, salah satunya melalui optimalisasi penyaluran Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan.
“Kita dorong supaya disalurkan lebih optimal pada semester kedua demi pengentasan kemiskinan,” katanya.
Guna menjaga momentum tersebut, Pemkab Jember menyiapkan forum komunikasi berkala bersama perbankan, BI, dan OJK untuk mengurai berbagai peluang serta hambatan investasi, termasuk isu penataan ruang dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Terkait kekhawatiran alih fungsi lahan, Gus Fawait menegaskan komitmen daerah terhadap sektor pertanian.
“Soal tata ruang, kita berkomitmen menjaga ketahanan pangan melalui LP2B yang jumlahnya justru bertambah,” jelasnya.
Di samping sektor pembiayaan infrastruktur dasar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk percepatan pembangunan jalan hingga penerangan jalan umum, Jember juga berpeluang menggaet investasi berskala besar di bidang lingkungan.
“Akhir tahun nanti insyaAllah kita akan kemasukan investor sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun di sektor penanganan sampah,” tutur Gus Fawait.
Dari sisi regulator, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menjelaskan bahwa dialog tingkat tinggi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi penyamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan.
“High-level dialogue ini memang sengaja diselenggarakan untuk mempertemukan para bankers dan pimpinan perbankan di wilayah Jember,” tutur Aris.
Sementara itu, Kepala BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menegaskan bahwa sinergi berkelanjutan ini untuk memperkokoh ketahanan industri perbankan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jember secara menyeluruh.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA














