JEMBER – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadirkan pemandangan yang tidak biasa.
Seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari bupati hingga DPRD memilih untuk tidak duduk di bawah tenda kehormatan, melainkan berdiri langsung di bawah terik matahari bersama peserta upacara lainnya.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati sekaligus upaya menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan.
Dengan berdiri bersama, para pejabat ingin merasakan pengalaman yang sama dengan masyarakat yang hadir di lapangan.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, menyampaikan bahwa fasilitas tenda khusus pada momen tersebut hanya diperuntukkan bagi para veteran pejuang tanah air.
“Tenda hanya ditempati oleh beliau, pejuang tanah air/veteran, mereka punya jasa dalam berjuang melawan penjajah,” ujar David.
Ia menilai langkah yang diinisiasi oleh Bupati Gus Fawait tersebut merupakan wujud kepemimpinan yang peka terhadap kondisi sosial serta menjunjung tinggi rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Kita tidak bisa semata-mata karena menjadi pejabat ataupun undangan VIP kemudian ada di tempat teduh, berpendingin di bawah tenda, yang itu akhirnya membuat perbedaan yang sangat mencolok antara peserta upacara dan VIP,” tegasnya.
Melalui tindakan tersebut, para pejabat dan stakeholder diharapkan dapat saling menghargai dan merasakan kesetaraan yang nyata sebagai sesama warga negara.
“Saya sebagai salah satu peserta upacara, merasakan inilah keadilan. Itu harus didengungkan dan dilaksanakan,” pungkasnya.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA














