JEMBER — Perhelatan Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember pada Sabtu (22/8/2026) menorehkan tinta emas yang belum pernah ada sebelumnya.
Tidak hanya sekadar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, ajang ini resmi mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor MURI melalui 527 ancak serta ancak tertinggi setinggi 3,7 meter yang tersusun dari 1.600 bungkus suwar-suwir.
Kemeriahan tersebut melibatkan ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari OPD, puskesmas, kelurahan, desa, sekolah, hingga lembaga kemasyarakatan.
Mereka bersama-sama mengarak ancak berisi hasil bumi dan makanan tradisional sebagai wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.
Di balik rekor membanggakan yang mengangkat kearifan lokal dan kuliner khas daerah tersebut, perhelatan ini juga menjadi ruang strategis dalam merajut ukhuwah dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam arahannya, Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai landasan utama dalam kehidupan bertoleransi.
“Kalau mengaku umat Nabi Muhammad, tidak mungkin akan mengganggu ibadah agama yang lain,” tegasnya.
Nuansa kepedulian global turut disuarakan melalui penggunaan syal bercorak Indonesia dan Palestina sebagai wujud solidaritas kemanusiaan yang sejalan dengan amanat konstitusi.
“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” ujarnya.
Pencapaian rekor MURI ini sekaligus menjadi momentum berharga untuk mengangkat marwah Kabupaten Jember di kancah nasional maupun internasional melalui kekuatan tradisi dan kebersamaan.
“Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi. Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” pungkasnya.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA













