BONDOWOSO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat sebanyak 65 kasus baru ODHIV hingga Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin, mengatakan kasus baru tersebut paling banyak ditemukan pada kelompok usia 40 hingga 59 tahun.
Meski menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun Dinkes tetap mewaspadai kasus berikutnya.
Menurut Jasin, penularan melalui hubungan seksual masih menjadi faktor dominan dari kasus HIV yang ditemukan.
Karena itu, kata dia, pencegahan terus dilakukan untuk menekan kemungkinan munculnya kasus baru.
“Sampai dengan hari ini tercatat kasus baru HIV sebanyak 65 orang, trennya menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Moch Jasin, Jumat (4/9/2026).
Ia menyebut, kelompok usia 40 hingga 59 tahun menjadi kelompok dengan jumlah kasus yang paling dominan.
Sementara berdasarkan faktor risiko yang teridentifikasi, penularan melalui hubungan seksual masih menjadi penyebab utama.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinkes Bondowoso melakukan sejumlah langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Dinkes Bondowoso bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi mengenai HIV serta berbagai perilaku remaja yang berisiko terhadap kesehatan.
Sosialisasi tersebut menyasar siswa baru di jenjang SMP, SMA, dan sederajat.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai pencegahan HIV dan pentingnya menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan.
Dinkes Bondowoso berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus membantu menekan penularan HIV di Kabupaten Bondowoso.
Pewarta: Ubay – ZONA INDONESIA













