Geger! Warga Jember Temukan Kerangka Manusia di Kebun Singkong

Kerangka manusia saat ditemukan di kebun singkong. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Kerangka manusia saat ditemukan di kebun singkong. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Jember, geger setelah menemukan kerangka seorang pria di area perkebunan milik warga di atas bukit, Selasa (9/6/2026) pagi.

Penemuan itu bermula saat seorang warga hendak memanen singkong di lokasi tersebut.

Saat berada di lahan perkebunan, warga itu melihat sesosok jasad yang telah tinggal kerangka dan segera melaporkannya kepada perangkat desa.

Kepala Dusun Plalangan Handoso mengatakan laporan penemuan tersebut langsung diteruskan kepada pihak kepolisian.

“Tadi ada warga yang mau manen pohong, terus menemukan mayat. Dia langsung lari ke rumah dan melapor ke saya, lalu saya teruskan ke Polsek,” kata Handoso.

Setelah dilakukan identifikasi awal, kerangka tersebut diduga merupakan warga setempat yang akrab disapa Sana dan sebelumnya dilaporkan hilang.

“Korban sudah sekitar dua bulan tidak terlihat. Informasinya mengalami stres setelah bercerai dengan istrinya,” ujarnya.

Menurut Handoso, keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian selama lebih dari satu bulan.

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Keluarga mengenali dari pakaian dan celana yang masih melekat. Dari ciri-ciri itu diyakini memang korban adalah Sana,” jelasnya.

Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timuriyono mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung mendatangi lokasi bersama perangkat desa serta warga.

“Kami mendapatkan laporan adanya kerangka manusia di lahan perkebunan milik warga. Setelah dicek, benar ditemukan jenazah yang sudah menjadi kerangka,” kata Dian.

Polisi kemudian mendatangkan tim identifikasi Polres Jember untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga, identitas korban mengarah kepada warga Desa Tegalwaru yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Keluarga juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan mengalami depresi pasca perceraian,” ujarnya.

Korban diketahui berinisial HB (37).

Polisi menduga korban meninggal saat berada seorang diri di kawasan perkebunan.

Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *