Ditinggal Tidur Pemilik, Rumah Semi Permanen di Situbondo Ludes Terbakar

Rumah semi permanen milik Hadi Prayitno ludes dilalap api, Jumat (3/7/2026) dini hari. (Foto: Dok/Pusdalops PB-BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)
Rumah semi permanen milik Hadi Prayitno ludes dilalap api, Jumat (3/7/2026) dini hari. (Foto: Dok/Pusdalops PB-BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)

SITUBONDO – Nasib malang menimpa Hadi Prayitno (57), seorang warga Kampung Paowan, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Rumah semi permanen miliknya ludes terbakar saat ditinggal dalam keadaan kosong pada Kamis (2/7/2026) malam sekira pukul 23.30 WIB.

Peristiwa ini bermula ketika Hadi menumpang tidur di rumah anaknya yang berjarak sekitar 50 meter dari kediamannya.

Langkah itu ia lakukan karena takut kesiangan untuk menjemput sang istri yang bekerja shift malam di Pabrik Hongxin.

Namun tak disangka, keputusan tersebut justru menyelamatkannya dari kobaran api yang tiba-tiba mengamuk di rumahnya.

Kobaran api pertama kali disadari oleh seorang warga setempat bernama Suherman (65).

Melihat api yang mulai membesar, ia langsung berteriak meminta pertolongan dan mengabarkan warga sekitar.

Dengan sigap, warga setempat berbondong-bondong bahu-membahu menjinakkan api menggunakan peralatan seadanya, sementara sebagian warga lainnya bergerak cepat menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tidak berselang lama, dua unit mobil Damkar Kabupaten Situbondo tiba di lokasi kejadian.

Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pembasahan secara intensif hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat (3/7/2026) dini hari pukul 00.45 WIB.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam musibah ini mengingat rumah dalam kondisi kosong saat api berkobar.

Meski demikian, rumah semi permanen berukuran 7 X 4 X 3 meter tersebut dilaporkan rusak total.

Kerugian materiil akibat insiden kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.

Di lokasi kejadian, sejumlah unsur mulai dari Staf Kecamatan Panarukan, anggota Koramil dan Polsek Panarukan, Tagana Dinsos, Pemerintah Desa Paowan, hingga Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo telah turun tangan untuk melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan pascabencana.

BPBD Situbondo juga telah merencanakan tahap Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) serta penyaluran bantuan logistik untuk meringankan beban korban terdampak.

“Apabila ada tambahan data atau informasi terbaru sesuai perkembangan di lokasi kejadian, akan ditambahkan dan dilaporkan kembali,” kata Kepala Pusdalops PB-BPBD Situbondo, Puriyono.

Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *