SITUBONDO – Anggota DPRD Jawa Timur, Zeiniye, menggandeng Forum Komunikasi Pendidikan Quran (FKPQ) Kabupaten Situbondo untuk menyosialisasikan peran pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan sosial.
Kegiatan tersebut digelar di Aula BR Coffee, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Jumat (24/7/2026), dan dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo serta para ustadz dan ustadzah pengajar TPQ.
Dalam sosialisasi itu, Zeiniye menyampaikan bahwa Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) memiliki peran strategis sebagai fondasi pembelajaran Al-Quran bagi anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, kemampuan membaca, menulis, dan memahami Al-Quran harus ditanamkan sejak awal sebagai bekal pendidikan keagamaan.
“Lembaga TPQ ini sebagai penguat dasar-dasar Al-Qur’an, maka ketika dasar-dasar Al-Quran ini diajarkan menjadi embrio di pesantren,” kata Zeiniye.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga menyebut pertemuan bersama para pengajar TPQ menjadi langkah awal untuk menyusun arah pengembangan Forum Komunikasi Pendidikan Quran (FKPQ) Kabupaten Situbondo agar semakin optimal dalam menjalankan perannya.
Ia menilai Al-Quran merupakan sumber ilmu yang harus dikenalkan kepada anak-anak melalui kemampuan membaca terlebih dahulu.
“Al-Quran ini merupakan sumber ilmu yang luar biasa. Agar bisa menulis dan menghafal Al-Quran ya harus bisa baca dulu. Oleh karena itu, keberadaan FKPQ sangat penting agar anak-anak Situbondo bisa belajar membaca Al-Quran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FKPQ Kabupaten Situbondo, Naqsyabandi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 600 lembaga TPQ yang tersebar di berbagai masjid dan musala di seluruh wilayah Situbondo.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Bandi tersebut, sebagian besar TPQ masih berjalan berkat semangat pengabdian para pengajarnya tanpa dukungan pendanaan dari berbagai instansi.
“Kebanyakan mayoritas TPQ ini tidak didanai oleh instansi-instansi, tetapi murni keikhlasan ingin mendidik dan mengajar anak-anak. Semoga keberadaan TPQ-TPQ ini mendapat perhatian khusus pemerintah, supaya kita semakin semangat dalam mendidik dan mengajar Al-Quran kepada anak-anak,” ujarnya.
Gus Bandi berharap keberadaan TPQ terus diperkuat karena menjadi wadah penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Sehingga santri-santri kita menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya dan berguna bagi bangsa dan negara kelak,” pungkasnya.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












