Pertumbuhan Ekonomi Jember Tembus 6,35 Persen di Triwulan I 2026

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih. (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih. (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I 2026 melesat hingga mencapai angka 6,35 persen.

Raihan ini tidak hanya menempatkan Jember sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (eks-Keresidenan Besuki dan sekitarnya), tetapi juga sukses melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,96 persen, serta pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, mengungkapkan bahwa performa gemilang ini ditopang kuat oleh empat lapangan usaha utama yang menjadi motor penggerak roda perekonomian daerah.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,51 persen.

Di posisi berikutnya, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 1,45 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 0,89 persen, serta sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,72 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jember yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih cepat serta memiliki kontribusi dominan dalam struktur perekonomian daerah,” ujar Peni Dwi Wahyu Winarsih.

Sektor Pertanian Jadi Motor Utama

Lebih lanjut, Peni menjelaskan bahwa sektor pertanian kembali membuktikan peran vitalnya sebagai tulang punggung ekonomi Jember.

Sepanjang Triwulan I 2026, produksi padi di Jember tercatat melonjak hingga 27 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Optimalnya pertumbuhan tanaman ini didukung oleh kondisi curah hujan yang sangat ideal.

Sektor primer ini kian solid berkat adanya peningkatan signifikan pada produksi subsektor peternakan serta hasil tangkapan ikan laut oleh para nelayan setempat.

Melonjaknya hasil produksi di sektor hulu ini secara otomatis ikut menstimulasi aktivitas di sektor hilir.

Volume komoditas yang dipasarkan di masyarakat bertambah pesat, yang pada gilirannya sukses mendongkrak performa sektor perdagangan dan industri pengolahan sepanjang awal tahun ini.

Kontribusi Sektor Sekunder

Selain sektor pertanian, penguatan ekonomi Jember juga disokong oleh geliat sektor sekunder.

Industri makanan dan minuman, misalnya, mengalami kenaikan volume produksi sekitar 7 persen.

Tak hanya itu, sektor konstruksi lokal juga mendapat suntikan stimulus yang masif melalui proyek pembangunan infrastruktur daerah.

Salah satunya adalah realisasi pembangunan hampir 200 unit Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Jember.

Kendati mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat positif, BPS mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak lengah.

Mengingat sektor pertanian memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap faktor cuaca dan iklim, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jember memerlukan diversifikasi dan penguatan sinergi di berbagai sektor lain.

Langkah antisigap ini krusial agar stabilitas dan kinerja ekonomi Kabupaten Jember tetap terjaga tangguh hingga akhir tahun.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *