Sekolah Rakyat Digadang-Gadang Jadi Alternatif Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Jember

Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (9/7/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (9/7/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menaruh harapan besar terhadap kehadiran Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.

Program yang digagas pemerintah pusat itu diyakini mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Optimisme tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).

Dalam kunjungan itu, Gus Fawait didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Jember serta perwakilan pemerintah pusat.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai lebih dari 90 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi selesai pada akhir Juli 2026 sehingga sekolah dapat segera dioperasikan sesuai rencana.

Saat berkeliling lokasi, Gus Fawait meninjau sejumlah fasilitas yang telah dibangun, mulai ruang kelas, asrama, masjid, gedung serbaguna, hingga kawasan olahraga.

Ia menilai fasilitas yang tersedia sangat memadai untuk mendukung proses pendidikan para siswa.

“Hari ini saya melihat langsung sekolah yang sangat megah. Fasilitasnya lengkap dan dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” kata Gus Fawait.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat bukan hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menghadirkan lingkungan pendidikan yang lengkap.

Di dalam kawasan sekolah tersedia dua lapangan basket, lapangan sepak bola berstandar FIFA, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang diharapkan mampu menunjang pengembangan akademik maupun karakter peserta didik.

Bagi Gus Fawait, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar membangun institusi pendidikan.

Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Program ini menjadi jalan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program yang merupakan kerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Seluruh perangkat daerah diminta ikut mengawal agar proses penyelesaian pembangunan hingga operasional sekolah berjalan sesuai target.

“Seluruh jajaran Pemkab Jember hadir sebagai bentuk komitmen mendukung Sekolah Rakyat. Insyaallah pembangunan selesai pada akhir Juli,” ucapnya.

Sekolah Rakyat dibangun di kawasan yang berdekatan dengan Jember Sport Garden (JSG).

Selain menjadi pusat pendidikan, keberadaannya diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Gus Fawait menginstruksikan camat, lurah, hingga pemerintah desa untuk aktif mendata anak-anak yang belum mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

Ia ingin program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan.

“Jangan sampai ada anak Jember gagal sekolah karena biaya. Semua kebutuhan pendidikan sudah disiapkan pemerintah secara penuh,” tegasnya.

Seluruh peserta didik nantinya akan memperoleh berbagai fasilitas secara gratis, mulai laptop, seragam sekolah, tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, hingga makanan ringan dua kali setiap hari.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan perhatian kepada keluarga siswa melalui bantuan perbaikan rumah bagi orang tua yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Melihat fasilitas yang tersedia, Gus Fawait mengaku teringat pada salah satu sekolah unggulan di Indonesia.

“Saat melihat fasilitasnya, saya teringat Taruna Nusantara. Bedanya, sekolah berkualitas ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat Jember nantinya akan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA dengan sistem berasrama.

Minat masyarakat terhadap program tersebut disebut cukup tinggi sejak proses pendaftaran dibuka.

Gus Fawait berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi alternatif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Jember.

Menurutnya, ketika anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa mendatang.

“Target kami sederhana, jangan ada lagi anak Jember kehilangan masa depan karena kemiskinan. Semua harus mendapatkan pendidikan terbaik,” pungkasnya.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *