Sempat Hilang Kontak Akibat Mesin Mati, Dua Nelayan di Situbondo Berhasil Ditemukan

Tim gabungan menyeret perahu milik nelayan asal Kampung Pancor. (Foto: Dok/Pusdalops PB/BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)
Tim gabungan menyeret perahu milik nelayan asal Kampung Pancor. (Foto: Dok/Pusdalops PB/BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)

SITUBONDO – Dua orang nelayan asal Kampung Pancor, Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat pada Senin (8/6/2026) pagi.

Kedua korban adalah H. Nurul Hamzah (49) dan Misroto (52).

Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo, peristiwa bermula ketika keduanya berangkat melaut untuk memancing menggunakan perahu motor pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Mereka bertolak dari Pesisir Dusun Dhaja Gudang (Berigeen), Desa Peleyan, menuju ke area pemancingan di perairan Panarukan.

Kepada pihak keluarga, kedua korban sempat berpamitan akan kembali ke daratan sekitar pukul 10.00 WIB di hari yang sama.

Namun, hingga malam hari keduanya tak kunjung pulang, sehingga membuat keluarga dan warga setempat panik.

Pihak keluarga bersama saksi, Wafi, akhirnya melaporkan kejadian hilangnya kontak kedua nelayan tersebut ke Satpolairud Polres Situbondo pada Senin (8/6/2026) pukul 06.30 WIB.

Menerima laporan itu, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Situbondo, Tagana, Satpolairud, TNI AL Pos Panarukan, serta berkoordinasi dengan Basarnas Pos Jember langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan persiapan pencarian.

Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WIB.

Tim SAR gabungan menerima informasi bahwa kedua korban telah ditemukan oleh nelayan setempat yang turut melakukan penyisiran.

Perahu yang ditumpangi korban ditemukan terombang-ambing akibat mengalami kerusakan pada mesin (mati mesin) di kordinat -7° 653632 LS – 113° 951338 BT, atau sekitar 3 mil di sebelah utara Pantai Sedulur Berigeen, Peleyan.

“Korban tidak bisa pulang tepat waktu karena mesin perahunya mati, sehingga mereka terpaksa melego jangkar di tengah laut sembari menunggu bantuan datang,” kata Kepala Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono.

Beruntung, kedua nelayan tersebut membawa perbekalan makanan dan minuman yang cukup dari rumah, sehingga kondisi fisik mereka tetap terjaga selama terdampar.

Perahu korban kemudian ditarik oleh nelayan setempat menuju daratan terdekat.

Sekira pukul 09.30 WIB, kedua korban tiba di Pantai Sedulur, Desa Peleyan, dan langsung dievakuasi oleh Tim SAR.

Sesampainya di darat, petugas gabungan langsung memberikan makanan dan minuman untuk memulihkan tenaga korban.

Petugas juga sempat mengarahkan kedua nelayan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas terdekat, namun keduanya menolak secara halus dan memilih untuk langsung pulang ke rumah masing-masing guna beristirahat.

Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat dan sehat, operasi pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, TNI/Polri, Kecamatan, Pemdes, hingga relawan dan warga setempat—resmi dinyatakan selesai.

Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *