JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam organisasi kelompok tani.
Gagasan mengenai regenerasi ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat menghadiri kegiatan Pro Gus’e Update di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP).
Menurut Gus Fawait, regenerasi petani menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di tengah perkembangan teknologi pertanian yang terus bergerak cepat saat ini.
Oleh karena itu, anak-anak petani dinilai perlu diberikan ruang strategis dalam kepengurusan kelompok tani agar sektor ini dapat terus berkembang secara modern.
Sebagai langkah konkret, Gus Fawait menginstruksikan jajaran terkait untuk segera bergerak merangkul generasi muda.
“Saya minta Dinas TPHP berkoordinasi dengan camat, Gapoktan, dan kelompok tani untuk menambahkan anak-anak muda dalam kepengurusan kelompok tani,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan bukan untuk merombak atau mengubah struktur organisasi kelompok tani yang sudah berjalan, melainkan murni untuk memperkuat organisasi dengan kehadiran darah muda yang dinamis.
Menurutnya, keterlibatan anak muda akan mempermudah adopsi inovasi di sektor pertanian.
“Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, perlu ada regenerasi petani agar pemanfaatan informasi, pengajuan bantuan alat pertanian, dan berbagai program lainnya bisa berjalan lebih efektif,” katanya.
Selain fokus pada regenerasi pemuda, Pemkab Jember juga menaruh perhatian besar pada kualitas pendampingan petani di lapangan yang saat ini dinilai belum optimal karena satu tenaga pendamping masih harus menangani lebih dari satu desa.
Gus Fawait berkomitmen untuk meningkatkan rasio pendamping tersebut demi menggenjot produktivitas pertanian daerah.
“Ke depan harapan saya satu pendamping satu desa. Bahkan kalau memungkinkan, satu desa bisa lebih dari satu pendamping,” tegasnya.
Program penguatan sumber daya manusia ini rencananya mulai dipersiapkan pada tahun 2027 mendatang.
Gus Fawait optimistis bahwa kombinasi antara masuknya generasi muda dan penambahan tenaga pendamping akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
“Dengan begitu, pelayanan kepada petani bisa lebih optimal dan produktivitas pertanian Jember dapat terus meningkat,” pungkasnya.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












