BONDOWOSO – Transformasi pembelajaran berbasis teknologi terus galakkan di Kecamatan Tamanan, Bondowoso.
Sebanyak 168 guru sekolah dasar (SD) mengikuti workshop pemanfaatan Wayground dan optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) untuk memperkuat kompetensi pembelajaran di era digital.
Workshop yang digelar Komunitas Belajar (Kombel) Guru SD bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tamanan berlangsung di Gedung Guru Tamanan, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar mengenalkan perangkat dan aplikasi digital kepada guru. Lebih dari itu, peserta diarahkan untuk mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran agar lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada peserta didik.
Materi Wayground disampaikan Ahmad Sugiyono selaku Wayground Super Trainer. Para guru dibekali keterampilan membuat aktivitas pembelajaran interaktif, menerapkan konsep gamifikasi, hingga mengintegrasikan Wayground dalam kegiatan belajar mengajar.
Sementara materi PID mencakup pengenalan dan pemanfaatan papan interaktif, perencanaan pembelajaran, penggunaan Ruang Murid, hingga kolaborasi dan berbagi praktik baik antarguru.
Pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) juga menjadi bagian dari pembekalan. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kemampuan guru memadukan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran secara tepat.
Dengan demikian, teknologi diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas tambahan di ruang kelas, tetapi benar-benar digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mendukung capaian belajar siswa.
Panitia workshop, Rofika, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun growth mindset atau pola pikir bertumbuh di kalangan guru SD di Kecamatan Tamanan.
“Melalui workshop ini, harapan kami para guru di sekolah dasar Kecamatan Tamanan memiliki pola pikir bertumbuh, sehingga nantinya dapat membawa pendidikan di Kecamatan Tamanan menuju transformasi yang mampu memuliakan murid-murid,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua K3S Kecamatan Tamanan, Slamet Budianto, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi perlu terus diperkuat seiring perubahan pola pembelajaran.
“Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan teman-teman panitia dan guru-guru Kecamatan Tamanan. Pemanfaatan teknologi ini penting untuk meningkatkan kompetensi guru, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik dan meningkatkan hasil belajar murid,” katanya.
Menurut Slamet, hasil workshop diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori. Guru perlu menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Tamanan, Nur Kholis, memberikan apresiasi terhadap langkah K3S dan komunitas belajar guru yang mulai mendorong digitalisasi pembelajaran.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman K3S dan komunitas belajar guru-guru di Kecamatan Tamanan yang melakukan transformasi pembelajaran dengan langkah menuju digitalisasi,” ungkapnya.
Nur Kholis menilai keberadaan PID di sekolah merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Terlebih, pemerintah telah menyediakan perangkat tersebut untuk mendukung proses pembelajaran.
“Papan interaktif digital yang sudah diberikan pemerintah kepada setiap sekolah, masing-masing satu unit, tentu sangat luar biasa untuk mendukung pembelajaran yang efektif dan efisien. Pembelajaran harus memanusiakan peserta didik dan memberikan dampak terhadap capaian akhir lulusan sekolah,” jelasnya.
Ia menegaskan, penyediaan sarana teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi guru. Tanpa kemampuan yang memadai, perangkat digital yang tersedia berpotensi belum dimanfaatkan secara optimal.
“Anak-anak kita harus difasilitasi dengan sarana digital yang mendukung capaian pembelajaran yang ingin dituju. Ini perlu didukung dan dilanjutkan,” tegasnya.
Ia berharap para guru yang mengikuti workshop dapat langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing serta membagikannya kepada siswa.
“Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, para guru memperoleh tambahan pengetahuan untuk dipraktikkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, guru dapat mentransfer pengetahuannya dengan baik kepada siswa,” tuturnya.
Workshop tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem pembelajaran digital di Kecamatan Tamanan. Dengan guru yang semakin terampil memanfaatkan teknologi, Wayground dan PID diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang lebih aktif, kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Transformasi digital pendidikan pun diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi berkembang menjadi perubahan cara guru merancang dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.
Pewarta: Ubay – ZONA INDONESIA












