Unik! Mahasiswa Baru FADA UIN KHAS Jember Tanam Pohon-Sedekah Oksigen Saat PBAK

JEMBER – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember tahun 2026 tampil beda.

Ratusan mahasiswa baru (maba) tidak hanya diperkenalkan pada dunia kampus, tetapi juga diajak melakukan aksi nyata menjaga lingkungan lewat gerakan penanaman pohon dan ‘Sedekah Oksigen’.

Suasana PBAK pun terasa lebih segar. Mahasiswa baru yang biasanya hanya duduk mendengarkan materi di dalam ruangan, kini turun langsung ke halaman fakultas. 

Mereka memegang bibit, menggali tanah, dan menanam pohon bersama-sama.

Sebanyak 280 mahasiswa baru terlibat dalam aksi ini, termasuk mahasiswa internasional yang berasal dari Afghanistan, Nigeria, hingga Thailand. 

Kegiatan ini juga menggandeng aktivis lingkungan dari Komunitas Sahabat Alam Jember.

Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Profesor Fawaizul Umam, menegaskan bahwa aksi penanaman pohon sengaja dimasukkan dalam rangkaian PBAK.

Harapannya, kepedulian terhadap lingkungan terpatri sejak awal mahasiswa menginjakkan kaki di perguruan tinggi.

“Mahasiswa jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menanam pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sinilah kita belajar bahwa kehidupan membutuhkan kontribusi dan kepedulian kita bersama,” katanya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Prof. Fawaizul, gerakan ‘Sedekah Oksigen’ membawa pesan moral yang mendalam. 

Manfaat dari pohon yang ditanam hari ini akan terus mengalir hingga masa depan.

“Ketika kita menanam pohon, sebenarnya kita sedang memberikan sesuatu yang mungkin tidak langsung kita nikmati. Kita memberikan oksigen, kesejukan, dan kehidupan untuk orang lain. Inilah bentuk sedekah yang manfaatnya terus mengalir,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat Alam Jember, Parmuji, mengapresiasi langkah inovatif Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember. 

Menurutnya, mengajak mahasiswa menanam pohon adalah langkah strategis membangun kesadaran ekologis generasi muda.

“Sedekah oksigen ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah gerakan untuk menyadarkan kita bahwa udara bersih adalah kebutuhan semua manusia,” tuturnya.

Parmuji juga memberikan catatan khusus atas keterlibatan mahasiswa asing dalam aksi hijau tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi mahasiswa dari berbagai negara yang ikut menanam. Lingkungan tidak mengenal batas negara. Siapa pun kita, dari mana pun berasal, punya tanggung jawab sama menjaga bumi,” paparnya.

Keterlibatan dalam aksi lingkungan ini memberikan kesan mendalam bagi mahasiswa internasional. 

Arezo, mahasiswa baru asal Afghanistan, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Saya sangat senang bisa ikut menanam pohon bersama teman-teman. Ini pengalaman yang sangat baik bagi saya. Menanam pohon bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang memberikan sesuatu yang baik untuk masa depan,” ungkap Arezo.

Arezo menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah berharga baginya untuk berbaur dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa Indonesia.

“Kami berasal dari negara yang berbeda, tetapi ketika menjaga lingkungan, kita mempunyai tujuan yang sama,” pungkasnya.

Lewat aksi ini, PBAK UIN KHAS Jember ingin menegaskan bahwa menjadi insan akademik tak sekadar soal membaca, berdiskusi, dan menulis di kelas, melainkan juga menerjemahkannya dalam aksi nyata bagi kelestarian bumi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *