Dari Rumah Veteran, 47 Sekolah di Jember-Lumajang Belajar Arti Perjuangan

Siswa-siswi belajar makna perjuangan langsung dari veretan. (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)
Siswa-siswi belajar makna perjuangan langsung dari veretan. (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)

JEMBER — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi puluhan sekolah di Jember dan Lumajang untuk mempertemukan siswa dengan para veteran secara langsung.

Sebanyak 47 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB mengikuti kegiatan “Bakti dan Terima Kasih kepada Veteran” yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember pada 15–16 Agustus 2026.

Para siswa mendatangi kediaman veteran di wilayah masing-masing.

Selain membawa tali asih dan bingkisan, mereka juga berdialog dan mendengarkan langsung cerita perjuangan dari para veteran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Iwan Triyono, mengatakan pertemuan tersebut sengaja dilakukan di kediaman para veteran agar siswa tidak hanya mengenal sejarah melalui buku pelajaran.

“Ada cara tersendiri untuk mengenang jasa para veteran. Kita datang langsung ke rumah beliau-beliau, bersilaturahmi, membawa tali asih atau bingkisan, meminta nasihat dan saran bagi generasi muda, serta mendengarkan cerita tentang sejarah perjuangan merebut kemerdekaan,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, pengalaman berinteraksi langsung dengan veteran memiliki nilai pembelajaran tersendiri bagi siswa.

Mereka dapat mendengar kisah perjuangan dari orang yang mengalami atau menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

“Sejarah tidak hanya dibaca dari buku. Anak-anak dapat mendengarkan langsung dari para veteran yang menjadi bagian dari perjalanan perjuangan bangsa. Ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Dari pertemuan dengan veteran, siswa diajak memahami nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, hingga sikap pantang menyerah.

Iwan menilai bentuk perjuangan generasi muda saat ini memang tidak lagi sama dengan perjuangan para veteran pada masa lalu.

Jika para pejuang dahulu berhadapan dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi sekarang dituntut mengisinya melalui pendidikan dan karya.

“Dulu para veteran berjuang untuk merebut kemerdekaan. Sekarang tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya,” tegasnya.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial peringatan kemerdekaan.

Pertemuan siswa dengan veteran dinilai dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus menanamkan tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.

Dari pertemuan di rumah-rumah veteran itu, siswa tidak sekadar membawa pulang bingkisan, tetapi juga cerita tentang perjuangan yang pernah dilalui generasi sebelum mereka.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *