Gus Fawait Serahkan 6 Raperda Strategis ke DPRD Jember

Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawwancarai media, Sabtu (20/6/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)
Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawwancarai media, Sabtu (20/6/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyerahkan Nota Pengantar untuk enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kantor DPRD Jember pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Langkah ini diambil sebagai bentuk sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Gus Fawait menegaskan bahwa keenam regulasi yang diajukan ini akan menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan visi besar Jember ke depan.

“Melalui jalinan kasih dan sinergi, kita bersama-sama menyongsong Jember Baru yang jauh lebih sejahtera sekaligus maju,” ujar Gus Fawait di hadapan forum legislatif.

Capaian Impresif APBD 2025

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam paripurna tersebut adalah Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025.

Gus Fawait memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi Jember yang menunjukkan performa sangat impresif sepanjang tahun lalu, di antaranya:

  • Pertumbuhan Ekonomi Tinggi: Ekonomi Jember melaju kencang di angka 5,47 persen, berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan Jawa Timur (5,33 persen) dan nasional (5,11 persen).
  • Penurunan Angka Kemiskinan: Angka kemiskinan Jember berhasil ditekan hingga 8,67 persen, yang merupakan level terendah dalam satu dekade terakhir.
  • Lonjakan PAD: Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak signifikan sebesar 36,78 persen hingga menyentuh angka Rp1,058 triliun.
  • Opini WTP: Laporan keuangan Pemkab Jember kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI.

Meski sempat terjadi efisiensi pada dana transfer dari pusat, Bupati Jember memastikan bahwa program-program prioritas untuk masyarakat dan pegawai tetap berjalan aman.

“Hak PPPK Paruh Waktu tetap terpenuhi, TPP ASN aman, dan jaminan kesehatan melalui UHC tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Dua Program Prioritas

Selain pertanggungjawaban anggaran, lima Raperda lainnya yang diusulkan mencakup transformasi digital dan pembenahan tata kota.

Pemkab Jember mendorong adanya penyesuaian aturan pajak dan retribusi daerah demi mengadopsi teknologi informasi, sekaligus menangkap potensi besar dari sektor ekonomi kreatif dan digital.

Tak hanya itu, masalah estetika dan keamanan kota juga menjadi prioritas melalui Raperda jaringan utilitas terpadu.

Regulasi ini nantinya akan mengatur penataan kabel, listrik, dan pipa bawah tanah agar Jember tampil lebih rapi dan aman bagi warganya.

Perampungan Target

Di sisi lain, apresiasi juga diberikan kepada jajaran legislatif yang saat ini tengah merampungkan enam Raperda non-rutin inisiatif DPRD, seperti regulasi penanggulangan bencana, pengelolaan aset, hingga ketahanan keluarga.

Pihak eksekutif menargetkan seluruh rangkaian pembahasan ini dapat diselesaikan bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD sebelum tahun 2026 berakhir.

“Kami sangat mengharapkan sumbangsih pemikiran, kritik konstruktif, serta sinergi yang kuat dari seluruh anggota dewan agar aturan-aturan hukum ini bisa segera diimplementasikan demi kemaslahatan seluruh warga Jember,” pungkas Gus Fawait.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *