Geger! Warga Jember Temukan Kerangka Manusia di Bukit Kalisat

Warga mengevakuasi sesosok mayat yang ditemukan di bukit Tungu, Jumat (5/6/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Warga mengevakuasi sesosok mayat yang ditemukan di bukit Tungu, Jumat (5/6/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Warga kawasan Bukit Tungu, Dusun Rowo, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat mendadak geger. 

Sesosok kerangka manusia ditemukan tergeletak di area perbukitan terpencil pada 6 Juni 2025.

Penemuan tersebut pertama kali diendus oleh seorang pencari kayu bakar yang tengah melintasi area hutan perbukitan setempat. 

Karena diselimuti rasa takut dan hari sudah beranjak petang, saksi baru melaporkan temuannya kepada perangkat desa keesokan paginya.

“Kemarin ditemukan pencari kayu. Karena sudah sore dan warga merasa takut, laporan baru disampaikan pagi tadi kepada kami lalu diteruskan ke Polsek Kalisat,” ungkap Kepala Dusun Rowo, Ahmadi.

Mendapat laporan komunal tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi. 

Kondisi kerangka saat ditemukan teridentifikasi sudah tidak utuh dan berada tepat di bawah rindangan pohon. 

Tragisnya, polisi juga mendapati seutas tali tambang berwarna biru yang masih menggantung terikat di dahan pohon atas kerangka tersebut.

Di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), petugas berhasil mengamankan barang bukti krusial berupa kartu identitas diri milik korban. 

Berdasarkan dokumen KTP dan SIM yang ditemukan, identitas tersebut tercatat atas nama Margo Slamet, warga Dusun Krajan, Kecamatan Ambulu.

Kapolsek Kalisat, Iptu Mufida, menegaskan bahwa penemuan dokumen kependudukan ini menjadi hulu penyelidikan awal bagi korps baju cokelat untuk mengurai tabir kematian korban.

“Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Dari identitas yang ditemukan, kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Ambulu untuk melacak pihak keluarga,” terang Iptu Mufida.

Proses evakuasi jasad korban sendiri berjalan cukup dramatis. Pasalnya, struktur geografis menuju titik penemuan terbilang ekstrem dengan kemiringan tebing mencapai 45 derajat serta dikelilingi vegetasi hutan yang rapat.

Hingga berita ini diunggah, pihak kepolisian masih terus melakukan olah TKP lanjutan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti demi memastikan apakah kerangka tersebut murni korban bunuh diri atau terdapat indikasi tindak pidana lain.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *