SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyiapkan program beasiswa jenjang S1 hingga S3 yang tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup mahasiswa penerima manfaat.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas yang dipaparkan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat forum “Kritik Aku Semampumu, Cintai Situbondo Sepenuhnya” di Paseban Alun-alun Situbondo, Rabu (24/6/2026) malam.
Dalam forum yang dihadiri masyarakat itu, Pemkab Situbondo memaparkan sejumlah program pembangunan, mulai dari kondisi fiskal daerah, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Mas Rio menjelaskan, beasiswa tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang mengambil jurusan STAM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) karena dinilai sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah ke depan.
“Kalau di kota lain beasiswa itu biasanya hanya biaya kuliah. Di Situbondo, kami ingin tidak hanya kuliahnya, tapi juga biaya hidupnya. Kita siapkan untuk anak-anak Situbondo yang mengambil jurusan STAM, karena jurusan tersebut yang dibutuhkan daerah,” kata Mas Rio.
Selain program beasiswa, Pemkab Situbondo juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Seliwung yang dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, Mas Rio turut mengungkapkan kondisi fiskal Situbondo yang mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, kemampuan fiskal daerah hampir mencapai Rp2 triliun, kemudian sebesar Rp1,9 triliun pada 2025, dan turun menjadi sekitar Rp1,58 triliun pada 2026.
“Tahun 2024 hampir menyentuh Rp 2 triliun, 2025 sekitar Rp 1,9 triliun, dan tahun 2026 tinggal Rp 1,58 triliun. Hampir separuhnya habis untuk gaji pegawai. Jadi ruang fiskal kita memang terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.
Salah satu yang menjadi fokus ialah pengembangan infrastruktur melalui program Impres Jalan Daerah (IJD), termasuk pembangunan Jalan Lingkar Utara.
Di sektor ekonomi, Mas Rio menilai Situbondo tidak boleh bergantung pada satu sektor usaha.
Ia mendorong penguatan berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, UMKM, perdagangan, dan pariwisata agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih merata.
“Pertumbuhan ekonomi itu berbahaya kalau hanya bertumpu pada satu sektor. Situbondo harus bergerak dengan banyak kaki: pertanian jalan, UMKM hidup, perikanan tumbuh, wisata bergerak, dan perdagangan kuat,” tegasnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Situbondo pada 2025 mencapai 5,28 persen atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, menurut Mas Rio, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Situbondo juga menyiapkan berbagai program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari pengembangan UMKM melalui program Vorsa UMKM, peningkatan sektor peternakan, hingga penguatan destinasi wisata Pasir Putih sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru.
Forum tersebut sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Selain menyampaikan berbagai program pembangunan, Mas Rio mengajak masyarakat aktif memberikan kritik dan masukan agar kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat menjawab kebutuhan warga Situbondo.
Penulis: Tim Redaksi – ZONA INDONESIA












