Bupati Situbondo Pastikan Pembangunan Jembatan Kesambian Sesuai Target

Bupati Situbondo meninjau progres pembangunan jembatan gantung sungai Kesambian, Selasa (16/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa - ZONA INDONESIA)
Bupati Situbondo meninjau progres pembangunan jembatan gantung sungai Kesambian, Selasa (16/6/2026). (Foto: Dok/Istimewa - ZONA INDONESIA)

SITUBONDO — Pemerintah Kabupaten Situbondo mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Sungai Kesambian di Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, untuk memulihkan akses masyarakat yang terputus akibat kerusakan jembatan lama.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau langsung progres pembangunan tersebut pada Selasa (16/6/2026).

Jembatan yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Bantapen itu dibangun dengan panjang 34 meter dan lebar 2 meter.

Sebelumnya, kerusakan jembatan akibat banjir memaksa warga menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan publik.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio memastikan pembangunan berjalan sesuai target agar masyarakat segera kembali menikmati akses yang normal.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik yang menghubungkan dua dusun. Yang paling penting adalah menghubungkan aktivitas ekonomi warga, akses anak-anak menuju sekolah, serta memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya,” ujar Mas Rio.

Ia menyebut percepatan pembangunan dilakukan untuk mengembalikan konektivitas masyarakat yang sempat terganggu setelah jembatan lama rusak diterjang banjir.

“Setelah jembatan lama rusak diterjang banjir, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih jauh. Karena itu kami ingin akses ini segera pulih. Ketika konektivitas terjaga, roda perekonomian masyarakat juga akan bergerak lebih baik,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (PUPP) Situbondo Abdul Kadir menjelaskan pembangunan Jembatan Gantung Kesambian menjadi prioritas pemerintah daerah setelah banjir memutus akses masyarakat pada awal tahun lalu.

“Pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Begitu akses terputus akibat banjir, kami melakukan identifikasi dan perencanaan agar jembatan dapat segera dibangun kembali,” kata Kadir.

Menurutnya, jembatan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga sekaligus meningkatkan aspek keamanan.

Pemerintah daerah juga melakukan pengawasan terhadap kualitas konstruksi selama proses pembangunan berlangsung.

“Kedatangan kita kali ini sekaligus untuk memastikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Kepala Dusun Krajan, Ilyas, mengatakan pembangunan kembali jembatan sangat dinantikan masyarakat setelah jembatan lama ambrol diterjang banjir awal 2026.

“Jembatan yang lama rusak dan terbawa arus banjir pada awal tahun. Sejak itu warga harus mencari jalan lain yang lebih jauh. Karena itu masyarakat sangat bersyukur ketika pembangunan kembali jembatan ini mulai dilakukan,” kata Ilyas.

Ia memperkirakan hampir seribu kepala keluarga di Dusun Krajan akan merasakan manfaat langsung dari keberadaan jembatan tersebut.

“Totalnya, kurang-lebih seribu kepala keluarga yang akan terbantu. Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat dari Dusun Krajan ke Dusun Bantapen. Kalau sudah selesai, aktivitas warga tentu akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Usai meninjau pembangunan Jembatan Gantung Kesambian, Mas Rio melanjutkan kunjungan ke Desa Jetis, Kecamatan Besuki, untuk melihat kondisi Jembatan Heli yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 3 meter.

Ia meminta perangkat daerah terkait terus memantau kondisi infrastruktur agar tetap aman digunakan masyarakat.

“Kita ingin memastikan seluruh infrastruktur yang menjadi urat nadi masyarakat dapat berfungsi dengan baik. Baik yang sedang dibangun maupun yang sudah ada harus terus dipantau kondisinya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Rio.

Sementara itu, Abdul Kadir menyampaikan peninjauan Jembatan Heli dilakukan untuk memetakan kebutuhan pemeliharaan sekaligus memastikan konstruksi masih layak digunakan warga.

“Seluruh infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mendapat perhatian. Karena itu kami terus melakukan monitoring agar fungsi jembatan tetap optimal dan mampu menunjang aktivitas warga,” ujarnya.

Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *