BONDOWOSO – Langkah SDN Wonosuko 1, Kecamatan Tamanan, yang menggelar asesmen terhadap siswa baru dan wali murid mendapat apresiasi dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Hafidhatullaily.
Perempuan yang akrab disapa Laili itu menilai asesmen yang dilakukan sejak awal tahun ajaran merupakan langkah positif untuk mengenali karakter, kondisi psikososial, hingga lingkungan keluarga peserta didik.
Menurutnya, hasil asesmen dapat menjadi dasar bagi sekolah dalam menentukan pola pembelajaran, pendampingan, serta membangun komunikasi yang tepat dengan orang tua.
“Melalui asesmen ini, sekolah dapat mendeteksi karakter dan kebutuhan anak sejak dini. Guru juga akan lebih mudah menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai, sekaligus mengetahui pola komunikasi yang efektif dengan wali murid,” ujar Laili saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).
Laili menilai inovasi yang dilakukan SDN Wonosuko 1 patut diapresiasi karena tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik siswa, tetapi juga memperhatikan aspek pengasuhan dan lingkungan keluarga yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
“Saya kira ini langkah yang sangat baik. Bahkan, menurut saya, program seperti ini bisa dijadikan pilot project atau percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Bondowoso,” katanya.
Ia menjelaskan, asesmen terhadap siswa dan wali murid akan membantu sekolah mengidentifikasi sejak dini berbagai potensi maupun persoalan yang mungkin dihadapi anak. Dengan demikian, jika ditemukan indikasi permasalahan, sekolah dapat segera melakukan pendampingan atau berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Semakin dini potensi persoalan diketahui, maka penanganannya juga akan semakin cepat. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal,” ungkapnya.
Laili berharap inovasi tersebut dapat menginspirasi sekolah lain untuk mulai menerapkan asesmen serupa sehingga pelayanan pendidikan semakin ramah anak, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masing-masing peserta didik.
Ia juga menyebut Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU merupakan mitra Dinsos yang selama ini sangat membantu dalam pendampingan permasalahan anak dibawah umur.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan asesmen tersebut yang didukung oleh Fatayat NU bidang LKP3A dan LKBH PGRI, kami berharap hal ini menjadi bagian dari prose masa pengenalan lingkungan sekolah, sehingga sekolah dan wali murid saling bersinergi mendukung proses belajar anak,” pungkasnya.
Pewarta: Ubay – ZONA INDONESIA












