SITUBONDO – Nasib malang menimpa Durahman (70), seorang petani asal Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.
Gubuk tempat tidur sekaligus tempat penyimpanan hasil panen miliknya yang berada di kawasan hutan lahan Perhutani (lokasi Sarombung), Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, ludes terbakar pada Senin (22/6) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Diduga kuat, petaka ini dipicu oleh ledakan korek api gas yang ditinggalkan di atas tempat tidur.
Peristiwa bermula saat gubuk berukuran 6 x 4 meter tersebut sedang dalam keadaan kosong karena Pak Durahman tengah berada di dalam hutan untuk mencari ‘Rikna’.
Ketika hendak melangkah pulang, lansia tersebut mendadak mendengar suara letusan yang cukup keras.
Begitu mendekati lokasi, ia mendapati kobaran api sudah membesar dan melahap bangunan semi permanen miliknya.
Embusan angin yang kencang ditambah material gubuk yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya tanpa sisa.
Warga sekitar pun langsung berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, beberapa langsung melapor ke BPBD Situbondo.
Mendapat laporan dari warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Situbondo langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Koramil, Polsek, Tagana Dinsos, serta pemerintah desa setempat.
Beruntung, posisi gubuk yang jauh dari pemukiman penduduk membuat api tidak meluas ke rumah warga, dan kebakaran berhasil dipadamkan total sekitar pukul 14.00 WIB.
Meski dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materil yang dialami korban tergolong besar.
Selain bangunan gubuk yang rusak total, seluruh hasil panen berupa jagung, beras, pupuk, gabah, serta satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban ikut hangus terbakar.
“Total kerugian yang diderita Pak Durahman ditaksir mencapai Rp12.000.000,” kata Kepala Pusdalops PB-BPBD Situbondo, Puriyono.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












