JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerapkan sistem pengamanan berlapis untuk mengawal kelancaran pelaksanaan ujian Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).
Langkah antisipasi yang super ketat ini sengaja dilakukan demi menjaga integritas ujian dan mencegah segala bentuk kecurangan sejak hari pertama.
Kepala Pusat Informasi Data dan PMB UIN KHAS Jember, Dr. Kun Wazis, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan pemeriksaan peserta dilakukan secara terstruktur.
Panitia melakukan pencocokan identitas secara mendalam untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik perjokian atau manipulasi data.
“Jadi sejak awal panitia berlapis ya. Memastikan pendaftar itu sesuai. Memverifikasi kartu pendaftar dengan peserta, foto dan sebagainya,” ujar Dr. Kun Wazis selepas pembukaan UM-PTKIN di Gedung BEC UIN KHAS Jember.
Tak hanya mengandalkan pemeriksaan manual di pintu masuk, pihak kampus juga memanfaatkan teknologi guna memperkuat pengawasan.
Setiap sudut ruangan ujian kini telah terintegrasi dengan kamera pengawas (CCTV) serta dijaga langsung oleh pengawas ruang.
Kombinasi metode ini terbukti efektif, terbukti dengan tidak ditemukannya satu pun pelanggaran tata tertib pada hari perdana pelaksanaan seleksi.
“Kami cek di 6 ruangan berjalan dengan baik tidak ada kendala,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa di setiap ruangan, panitia menyiagakan dua petugas untuk memantau jalannya ujian secara langsung, yang membuktikan bahwa proses skrining awal dan monitoring berjalan optimal.
Kelancaran dan ketertiban pelaksanaan ujian di UIN KHAS Jember ini turut mendapat apresiasi positif dari Tim Monitoring UM-PTKIN pusat.
Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, Prof. Kusaeri, memuji kesiapan matang dari panitia lokal yang mampu mengelola ribuan peserta dengan sangat rapi dan kondusif.
Menurutnya, atmosfer ujian saat ini jauh lebih tertib jika dibandingkan dengan pengalamannya saat melakukan monitoring beberapa tahun silam.
“Ini tentu berkat kerja keras dan luar biasa dari panitia lokal mulai persiapan sampai pelaksanaan ini. Karena sejumlah 1432 orang yang mau ujian ini kan tidak mudah memanage ya,” ungkap Prof. Kusaeri.
Meski secara keseluruhan acara berjalan sukses dan aman, panitia mencatat terdapat 16 peserta yang dipastikan berhalangan hadir pada hari pertama ujian.
Di sisi lain, antusiasme berburu kursi kuliah di UIN KHAS Jember tahun ini tergolong sangat tinggi, khususnya pada beberapa program studi (prodi).
Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang merupakan program studi senior tetap menjadi primadona dengan lonjakan pendaftar mencapai 135 orang dari kuota awal yang disediakan sebanyak 108 kursi.
Kejutan juga datang dari lini prodi baru, yakni Manajemen Bisnis Syariah, yang langsung diserbu oleh 76 pendaftar dari daya tampung awal yang hanya disediakan untuk 23 mahasiswa. (Adv)
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












