Sembilan Perahu Nelayan Situbondo Tenggelam Dihantam Gelombang Pasang

Kondisi perahu nelayan usai dihantam gelombang pasang. (Foto: Dok/Pusdalops PB-BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)
Kondisi perahu nelayan usai dihantam gelombang pasang. (Foto: Dok/Pusdalops PB-BPBD Situbondo - ZONA INDONESIA)

SITUBONDO – Sembilan perahu milik nelayan tradisional tenggelam setelah dihantam gelombang pasang disertai angin kencang di Pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. 

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir tersebut memaksa otoritas penanggulangan bencana memperketat pemantauan di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 03.00 WIB. 

Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung menginstruksikan langkah kaji cepat (assesment) bersama jajaran Polsek, Koramil, pihak kecamatan, serta perangkat desa setempat guna memitigasi dampak kerusakan yang meluas.

Berdasarkan data teknis yang dihimpun di lokasi kejadian, amukan ombak menyebabkan perahu-perahu yang sedang ditambatkan di pinggir pantai mengalami kerusakan bervariasi. 

Sebanyak 3 unit perahu dilaporkan rusak berat dan 6 unit lainnya mengalami rusak sedang, dengan total estimasi kerugian materil dan perlengkapan menangkap ikan mencapai puluhan juta rupiah.

Dampak kerusakan berat dialami oleh perahu milik Pak Mamad dan Pak Prayitno dengan taksiran kerugian masing-masing Rp10.000.000, serta perahu milik Ibu Warni yang juga mengalami kerusakan berat senilai Rp10.000.000.

Sementara itu, enam nelayan lainnya mengalami kerugian masing-masing berkisar Rp5.000.000 akibat perahu dan alat tangkapnya rusak sedang serta tenggelam. 

Korban terdampak di antaranya Pak Hajari, Pak Heri, dan Pak Deni di Dusun Pasar Nangka, serta Pak Kusriyanto, Pak Hasan, dan Pak Darun di wilayah Dusun Krajan.

Petugas memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam musibah ini. 

Merespons situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Staf Kecamatan Jangkar, Polsek, Koramil, Tagana Dinsos, dan Pemdes Jangkar mengimbau seluruh nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. 

Warga diminta untuk sementara waktu memperhatikan dinamika gelombang sebelum beraktivitas di laut demi keselamatan bersama.

“Apabila ada tambahan data atau informasi terbaru sesuai perkembangan di lokasi kejadian, akan kami laporkan kembali,” kata Kepala Pusdalops PB-BPBD Situbondo, Puriyono.

Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *