Aipda Hendra Lepas Seragam demi Evakuasi Jasad Bayi Dibuang di Lumajang

Aipda Hendra Soegihartono menggendong jasad bayi yang dibuang. (Foto: Tangkapan layar video amatir)
Aipda Hendra Soegihartono menggendong jasad bayi yang dibuang. (Foto: Tangkapan layar video amatir)

LUMAJANG – Sebuah kejadian tragis terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur, Dusun Parasgowang, Desa Pandanarum, Tempeh, Lumajang, Jawa Timur ketika seorang bayi laki-laki tak bernyawa ditemukan.

Evakuasi jasad bayi tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Hendra Soegihartono.

“Saya mencoba mencari kain atau sarung yang kering, tapi tidak ada. Saya sudah coba minta ke warga yang di lokasi, tapi karena harus cepat dievakuasi,” ungkap Aipda Hendra.

Menurut keterangan Bhabinkamtibmas Desa Pandanarum Aipda Hendra Soegihartono, jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi telentang dengan warna kulit yang sudah pucat dan tali plasenta serta ari-ari masih melekat.

Sahin, pelapor atas nama Sahin (50), menemukan jasad bayi tersebut dan melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Tempeh.

“Polsek Tempeh langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Tempeh. Kami lalu mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengamankan TKP dan mengevakuasi korban. Dan selanjutnya membawa korban ke RSUD dr. Haryoto Lumajang,” terang Aipda Hendra.

Dalam proses evakuasi, terlihat warga menggunakan seragam polisi untuk membungkus jasad bayi tersebut.

Aipda Hendra merasa terpanggil untuk membantu dan dengan refleks, ia melepas baju dinasnya untuk digunakan sebagai pembungkus jasad bayi tersebut.

“Akhirnya saya reflek lepas baju dinas. Saya nggak tega saja dengan kondisi bayi seperti itu,” ungkap Aipda Hendra.

Dalam video lain, terlihat Aipda Hendra menggendong jasad bayi yang dibungkus dengan seragamnya sambil menunggu kendaraan untuk evakuasi ke rumah sakit.

Dia akhirnya berboncengan motor dengan Babinsa setempat untuk membawa jasad bayi tersebut.

(Penulis: Tim Redaksi Zona Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten tidak dapat disalin