JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi mengukuhkan empat Guru Besar baru di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Kamis (17/9/2026).
Penambahan akademisi bergelar profesor ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Plt Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, meminta para profesor yang baru dilantik tak berhenti menebar manfaat.
Ilmu yang dimiliki harus ditularkan secara luas, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga ke pesantren, madrasah, hingga majelis taklim masyarakat.
“Jadi ilmu pengetahuan jangan mandek. Khususnya dalam bidang keislaman harus terus dikembangkan. Kita pertahankan pemikiran lama para ulama, namun di saat bersamaan juga mengambil teori-teori baru yang relevan untuk masa sekarang melalui integrasi keilmuan,” kata Sahiron, Jumat (18/9/2026).
Sahiron turut menyoroti masih minimnya jumlah profesor di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Swasta (PTKIS).
Saat ini, total Guru Besar di bawah Kementerian Agama baru berkisar 1.730 orang, jumlah yang dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan total perguruan tinggi yang mencapai lebih dari 800 kampus.
“Oleh karena itu, kami mendorong para dosen yang sudah bergelar doktor untuk segera mengurus jabatan fungsionalnya menuju jenjang profesor,” ujarnya.
“Jika profesornya hanya 1.700 sekian, ini masih sangat sedikit. Kami imbau dosen bergelar doktor baik di kampus negeri maupun swasta segera mengurus jabatan fungsionalnya agar jumlahnya makin banyak demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Keempat Guru Besar yang dikukuhkan tersebut adalah:
- Prof. Busriyanti (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Keluarga Islam)
- Prof. Abdul Kholiq Syafa’at (Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Hukum Islam Indonesia)
- Prof. Abdul Mu’is (Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam)
- Prof. Abdul Rokhim (Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Syariah)
Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA













