JEMBER – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus memperkuat ketahanan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/BPRS) melalui evaluasi kinerja serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Hingga Mei 2026, industri BPR/BPRS di wilayah Sekarkijang mencatatkan pertumbuhan positif dengan penyaluran kredit mencapai Rp2,17 triliun.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai BPR/BPRS yang digelar di Yogyakarta pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan diikuti pengurus dan pegawai BPR/BPRS dari wilayah kerja OJK Jember yang meliputi eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, mengatakan peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penguatan kinerja dan tata kelola industri BPR/BPRS agar mampu menghadapi tantangan sektor jasa keuangan yang terus berkembang.
“SDM yang unggul menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, khususnya di daerah,” kata Aris.
Berdasarkan data OJK Jember, penyaluran kredit BPR/BPRS di wilayah Sekarkijang hingga Mei 2026 mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen secara tahunan (year on year).
Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit tersebut.
Kabupaten Jember menjadi daerah dengan kontribusi kredit terbesar senilai Rp989,58 miliar, disusul Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp267,08 miliar.
OJK Jember juga mendorong BPR/BPRS untuk memperluas pembiayaan produktif, terutama kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), guna memperkuat perekonomian daerah.
Dalam evaluasi tersebut, OJK membahas berbagai aspek strategis yang berkaitan dengan kesehatan industri BPR/BPRS, mulai dari penguatan permodalan, penerapan tata kelola yang baik, pelindungan konsumen, hingga penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, OJK berharap BPR/BPRS semakin tangguh menghadapi dinamika industri jasa keuangan sekaligus mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Ke depan, OJK Jember akan terus mendorong pengembangan industri BPR/BPRS yang sehat, kuat, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor jasa keuangan yang inklusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sekarkijang.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












