JEMBER – Bulog Jember telah menuntaskan target serapan gabah petani yang seharusnya dicapai dalam setahun penuh.
Target tersebut tercapai selama empat bulan di tahun 2026.
Target serapan gabah yang ditetapkan untuk tahun 2026 adalah sebesar 84 ribu ton setara beras.
Namun, per akhir April 2026, realisasi di lapangan telah mencapai 166.135 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 84.978 ton beras.
Kepala Bulog Jember, M. Ade Saputra, menyatakan bahwa keberhasilan menembus target sebelum memasuki pertengahan tahun ini merupakan hasil dari optimalisasi kapasitas produksi.
“Mulai Januari sampai akhir April 2026, kami sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar 84 ribu ton. Serapan gabah yang masuk mencapai 166 ribu ton lebih atau setara hampir 85 ribu ton beras,” jelasnya.
Faktor utama di balik rekor ini adalah strategi agresif dalam menambah mitra makloon pengolahan gabah.
Tahun ini, Bulog menggandeng 13 mitra pengolahan, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya melibatkan tujuh mitra.
Penambahan ini secara otomatis memperbesar kapasitas pengeringan gabah (dryer) yang selama ini sering menjadi titik lemah saat panen raya.
“Kapasitas pengering sekarang jauh lebih siap. Ini membuat serapan saat panen raya maupun panen reguler bisa berjalan optimal,” kata Ade.
Meskipun kuota tahunan sudah terpenuhi, Bulog Jember memastikan akan tetap aktif menyerap gabah di tingkat petani untuk menjaga stabilitas harga.
Saat ini, harga pasar gabah di Jember cukup menggembirakan bagi petani, yakni berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.
Kondisi harga yang stabil di level tinggi ini diharapkan mampu terus mendongkrak kesejahteraan para produsen pangan di daerah.
Ade mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang turut mengawal distribusi dan kualitas hasil tani.
“Ini keberhasilan bersama. Ada kontribusi Bulog, Pemkab Jember, TNI, penyuluh PPL, dan tentu para petani yang terus menjaga kualitas hasil panen,” pungkasnya.
(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












