JEMBER – Kawasan Alun-alun Jember dipadati lautan manusia sepanjang akhir pekan ini.
Memanfaatkan momen libur panjang, ribuan warga dari berbagai sudut wilayah langsung bergerak memadati lokasi acara sejak hari pertama dibukanya gelaran Karnaval SCTV 2026.
Melihat tingginya animo publik yang luar biasa, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai kehadiran panggung hiburan berskala makro seperti ini menjadi instrumen paling efektif untuk memicu perputaran roda ekonomi daerah secara nyata di lapangan.
“Kalau bikin acara jangan yang kecil-kecil karena tidak akan berdampak apa pun,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Fawait ini saat memantau langsung situasi di lokasi kegiatan, Minggu (17/5/2026).
Gus Fawait menggarisbawahi bahwa agenda besar yang mendatangkan massa dalam jumlah masif tidak boleh hanya berhenti sebagai tontonan musiman atau agenda seremonial tahunan belaka.
Baginya, esensi utama dari sebuah acara daerah adalah dampak ekonominya yang harus mengalir langsung ke masyarakat luas.
“Event seperti ini tidak boleh hanya jadi seremoni, tapi harus memberikan multiplier effect,” kata Gus Fawait.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak panitia, lonjakan arus pengunjung memang sudah terlihat sangat ekstrem sejak malam pertama pelaksanaan.
Pada Sabtu malam saja, area utama karnaval tercatat dipenuhi oleh sekitar 17.564 pengunjung dari berbagai wilayah.
“Hingga Minggu pukul 10.00, jumlah pengunjung sudah mencapai 19.948 orang,” ungkapnya.
Mengingat pergerakan massa yang terus mengalir masuk menuju pusat kota hingga menjelang petang, Gus Fawait optimistis bahwa akumulasi jumlah pengunjung bakal terus merangkak naik dan mencatatkan angka fantastis pada puncak acara nanti malam.
“Arus warga masih terus berdatangan. Kami optimistis malam nanti tembus 30 ribu pengunjung,” ucapnya dengan nada optimis.
Saat ini, dampak ekonomi dari keramaian tersebut dilaporkan sudah mulai menyentuh berbagai sektor penunjang.
Tingkat hunian hotel di Jember mengalami kenaikan tajam karena diisi oleh tamu luar daerah serta ratusan kru produksi.
Di sisi lain, para pelaku UMKM lokal yang menempati stand usaha di sekeliling alun-alun juga kebanjiran omzet berkat serbuan pembeli yang datang dari berbagai pelosok.
“Warga dari Silo, Kalisat sampai Jombang berkumpul menikmati hiburan berkualitas tanpa perlu keluar kota,” urainya.
Momentum libur panjang ini pada akhirnya dinilai sukses menjadi jangkar untuk menahan perputaran uang agar tetap bergerak di dalam Kabupaten Jember.
Fenomena ini juga merefleksikan tren positif di mana masyarakat kini jauh lebih memilih untuk menghabiskan waktu liburan di daerahnya sendiri.
“Masyarakat sekarang lebih memilih liburan di Jember sendiri. Ini karena rasa cinta terhadap daerah,” pungkas Gus Fawait.
Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)












