Peta Cinta Pemkab Jember Putus Rantai Birokrasi, Cetak Ratusan Ribu KTP-el Langsung di Kecamatan

Peresmian Program Peta Cinta Pemkab Jember, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)
Peresmian Program Peta Cinta Pemkab Jember, Senin (5/1/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) sukses melakukan transformasi besar dalam layanan administrasi kependudukan (adminduk).

Lewat program inovatif bernama “Peta Cinta” (Pelayanan Tuntas Cetak KTP-el di Kecamatan) yang diluncurkan sejak 5 Januari 2026, persoalan menahun terkait penumpukan pengajuan KTP-el kini berhasil dituntaskan secara masif.

Sebelum adanya inovasi ini, masyarakat Jember yang tinggal di wilayah pelosok harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota demi mengurus dokumen kependudukan.

Hambatan geografis tersebut diperparah dengan keterbatasan blangko dan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat kecamatan, yang membuat proses pengajuan KTP-el kerap memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Kini, wajah pelayanan adminduk di Jember telah berubah total.

Keluhan masyarakat terkait penundaan cetak KTP-el sudah tidak ditemukan lagi.

Setiap kecamatan di Jember kini diperkuat dengan dua petugas Dispendukcapil serta fasilitas lengkap seperti mesin cetak, tinta, dan blangko e-KTP.

Efektivitas program ini terbukti ampuh menyelesaikan antrean cetak tahun 2025 yang sempat menembus angka 66 ribu pengajuan.

Tercatat, sejak awal tahun 2026, Dispendukcapil Jember telah berhasil mencetak sebanyak 111.648 keping KTP-el untuk masyarakat secara gratis.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menegaskan bahwa momentum positif ini akan terus dipertahankan demi memberikan pelayanan publik yang prima dan cepat.

“Kami berkomitmen untuk menjaga ketersediaan blangko KTP-el demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Jember. Tidak boleh ada lagi masyarakat yang kesulitan atau menunggu lama hanya untuk mendapatkan hak identitasnya,” ujar Bambang Saputro.

Langkah strategis ini sejalan dengan arah pembangunan Pemkab Jember saat ini yang difokuskan pada pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menyatakan bahwa prioritas pemerintah daerah sekarang bukan lagi sekadar membangun fasilitas yang elitis, melainkan menghadirkan keadilan akses bagi seluruh warga.

“Warga Jember tidak hanya tinggal di kota. Mereka ada di desa, di pelosok, di pinggir hutan, kebun, dan pantai. Kalau layanan hanya terpusat di kota, di situlah ketidakadilan bermula,” tegas Gus Fawait.

Dengan meratanya fasilitas dan petugas di 31 kecamatan, masyarakat di wilayah pegunungan, pinggiran hutan, hingga pesisir pantai tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi ke pusat kota.

Keberadaan program Peta Cinta ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan hak dasar setiap warga negara terpenuhi dengan cepat dan tuntas di tingkat kecamatan.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *