SITUBONDO – Kusnadi (38), seorang nelayan asal Kampung Pasar Nangka, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (25/5/2026), akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan kini telah berkumpul kembali bersama keluarganya.
Peristiwa ini bermula ketika Kusnadi berangkat melaut seorang diri pada Senin subuh sekitar pukul 04.30 WIB menggunakan perahu fiber “Bintang Timur” miliknya.
Targetnya adalah mencari ikan di sekitar Perairan Sapudi, Sumenep.
Namun, kecemasan mulai melanda pihak keluarga lantaran hingga malam hari korban tak kunjung merapat ke pantai, padahal biasanya ia sudah kembali sebelum pukul 17.30 WIB.
Mendapati laporan kehilangan tersebut, warga setempat bersama rekan sesama nelayan langsung bergerak cepat melakukan pencarian menggunakan empat perahu hingga pukul 20.00 WIB, namun hasilnya masih nihil.
Pihak BPBD Kabupaten Situbondo yang menerima laporan pun segera mengambil langkah taktis dengan berkoordinasi bersama Basarnas Kansar Banyuwangi, Polsek, Koramil, Satpolairud, Kamla TNI AL Pos Jangkar, serta unsur terkait lainnya untuk menyisir keberadaan korban.
Titik terang akhirnya muncul pada Selasa pagi (26/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat para nelayan setempat melanjutkan pencarian, perahu milik Agus bernama “Berlian” mendapati perahu Pak Kusnadi sedang terombang-ambing di tengah Perairan Sapudi.
Setelah didekati, diketahui bahwa penyebab utama Kusnadi terjebak di tengah laut adalah karena mesin perahunya mengalami kerusakan teknis (trouble) sehingga tidak dapat dinyalakan.
Tanpa membuang waktu, Agus langsung mengevakuasi korban dengan cara menarik perahu “Bintang Timur” tersebut menuju daratan.
Sekitar pukul 07.30 WIB, perahu berhasil ditambatkan dengan aman di Pinggir Pantai Asta/Kampung Pasar Nangka.
Proses evakuasi berjalan lancar berkat kesigapan tim gabungan Pusdalops & TRC BPBD Situbondo bersama warga lokal.
Tangis haru dan lega menyambut kepulangan Kusnadi yang langsung dipastikan dalam kondisi sehat tanpa mengalami luka atau kerugian material yang berarti.
“Korban sudah berkumpul dengan keluarganya,” kata Kepala Pusdalops PB-BPBD Situbondo, Puriyono.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












