CHINA — Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mempromosikan peluang investasi Kabupaten Situbondo dalam forum Local Government Partnership di China guna memperkuat arus modal asing dan transfer teknologi bagi pengembangan ekonomi daerah.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan dirinya hadir atas undangan Kedutaan Besar China di Indonesia dalam forum internasional yang diikuti sekitar 80 kepala daerah dari berbagai negara, seperti Indonesia, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan sejumlah negara lainnya.
Menurut dia, forum yang digelar Pemerintah Provinsi Anhui tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring investasi Situbondo, khususnya di sektor pertanian berbasis teknologi dan industri pengolahan.
“Ini peluang juga untuk meyakinkan bahwa investasi di Situbondo itu sangat friendly, khususnya untuk warga negara dari China,” ujar Mas Rio, Rabu (27/5/2026).
Dia menyebut Situbondo saat ini telah memiliki belasan perusahaan penanaman modal asing (PMA) milik investor asal China.
Keberadaan investor tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak.
Mas Rio optimistis penguatan kerja sama investasi dengan China akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri lokal, dan transfer pengetahuan teknologi.
“Sehingga ada transfer knowledge juga ketika mereka bisa masuk ke Indonesia,” katanya.
Langkah promosi investasi ke China itu dilakukan di tengah tren positif perekonomian Situbondo.
Pemerintah Kabupaten Situbondo mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1 triliun atau melonjak 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp590 miliar.
Nilai tersebut juga melampaui target investasi daerah sebesar Rp425 miliar.
Selain investasi, pertumbuhan ekonomi Situbondo sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,28 persen, tertinggi dalam enam tahun terakhir pascapandemi Covid-19.
Tingkat pengangguran terbuka juga turun dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada 2025.
Bahkan pada triwulan III/2025, pertumbuhan ekonomi Situbondo mencapai 6,16 persen atau lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar 5,22 persen dan nasional 5,04 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong penguatan sektor pertanian, industri pengolahan, makanan-minuman, hingga investasi swasta.
Mas Rio menilai, pengembangan teknologi pertanian atau agrotech yang menjadi fokus kerja sama di Anhui sangat relevan dengan kebutuhan Situbondo sebagai daerah berbasis agraris.
“Dalam matchmaking partnership ini tentu kita bicara tentang agrotech, bagaimana teknologi super high tech untuk pertanian itu sudah berkembang pesat,” ujarnya.
Mas Rio berharap forum internasional tersebut dapat menjadi pintu masuk investasi baru sekaligus mempercepat transformasi ekonomi Situbondo berbasis pertanian modern dan industri bernilai tambah.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












