Detik-Detik Mencekam Perahu ‘Pantes’ Dihantam Ombak Meleman Jember: Satu Nelayan Tewas, Tiga Lainnya Masih Hilang!

Warga mengevakuasi korban Laka Laut di Pantai Selatan Jember, Rabu (19/8/2026). (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)
Warga mengevakuasi korban Laka Laut di Pantai Selatan Jember, Rabu (19/8/2026). (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)

JEMBER — Pelayaran lima nelayan asal Kecamatan Puger berakhir tragis di perairan Meleman, Kabupaten Jember.

Kapal nelayan jenis jaringan bernama “Pantes” terbalik setelah dihantam ombak besar usai terkecoh oleh pijar lampu di pesisir pantai pada Rabu (19/8/2026) dini hari.

Insiden maut ini berawal saat perahu yang dinakhodai Samino (65) berangkat melaut dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah selesai menjaring ikan di titik koordinat 8.281720, 113.192772 atau berjarak sekitar 13 mil di perairan Meleman, para nelayan bersiap untuk berlayar pulang menuju daratan sekira pukul 02.00 WIB.

Namun petaka terjadi di tengah kegelapan malam.

Saat hendak kembali, nakhoda melihat secercah cahaya terang dari kejauhan yang diduga berasal dari perahu nelayan lain.

Tanpa disadari, perahu justru makin bergerak menepi karena cahaya tersebut rupanya berasal dari area pertambakan di pesisir pantai.

Naas, posisi kapal yang sudah terlalu dekat dengan tepi pantai membuat perahu tak berdaya ketika gulungan ombak besar mendadak menghantam lambung sebelah kanan.

Benturan keras tersebut menyebabkan perahu bocor hebat seketika hingga akhirnya terbalik dan menghempaskan seluruh penumpang ke laut lepas.

Peristiwa ini baru dilaporkan secara resmi ke Satpolairud Polres Jember pada Rabu siang pukul 13.00 WIB oleh Hannah (46), seorang pedagang ikan asal Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan.

Dari total lima orang di atas kapal, sang nakhoda, Samino, berhasil menyelamatkan diri dari maut.

Namun, satu kru kapal bernama Sahwiyanto (56) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, tiga Anak Buah Kapal (ABK) lainnya, yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45), hingga saat ini masih hilang dan terus dalam pencarian intensif.

Kerugian materil akibat kerusakan total armada perahu ditaksir mencapai Rp70 juta.

Kasat Polairud Polres Jember, AKP Hari Pamuji, bergerak cepat merespons laporan warga dengan langsung menerjunkan personel dan berkoordinasi erat bersama instansi terkait.

“Saat ini Satpolairud Polres Jember telah berkoordinasi secara masif dengan jajaran TNI AL, BASARNAS, serta para relawan lokal untuk melakukan penyisiran dan operasi pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan,” ungkap AKP Hari Pamuji.

Hingga berita ini ditayangkan, tim SAR gabungan bersama warga dan nelayan setempat masih terus menyisir perairan Meleman dan sekitarnya guna menemukan ketiga korban yang hilang.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *