Warga Situbondo Temukan Pria 50 Tahun Meninggal di Lereng Gunung Belakang Asta Sumbersuko Kendit

Warga dan tim gabungan mengevakuasi jasad korban, Jumat (31/7/2026). (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)
Warga dan tim gabungan mengevakuasi jasad korban, Jumat (31/7/2026). (Foto: Istimewa - ZONA INDONESIA)

SITUBONDO – Seorang pria bernama Mashuri (50), warga Dusun Krajan Timur, Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, ditemukan meninggal dunia di area hutan lereng gunung di belakang Asta Sumbersuko, Dusun Krajan, Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, korban pertama kali ditemukan oleh Edi Tohari (49), juru kunci Asta Sumbersuko.

Sebelumnya, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, Mashuri berpamitan kepada keluarganya untuk mengikuti pengajian rutin di Asta Sumbersuko.

Keesokan harinya sekitar pukul 08.30 WIB, saksi masih melihat korban berada di dalam bangunan asta sedang mengaji.

Namun saat kembali sekitar pukul 09.00 WIB, korban sudah tidak berada di lokasi.

Hingga sekitar pukul 14.30 WIB, saksi yang sedang berada di rumahnya melihat seekor anjing terus menggonggong ke arah lereng gunung. 

Karena merasa curiga, saksi mengikuti arah anjing tersebut hingga menemukan korban dalam kondisi telungkup dan diduga telah meninggal dunia.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa, warga setempat, dan Polsek Kendit. 

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas kepolisian bersama tim gabungan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan, serta mengevakuasi jenazah korban.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Situbondo sekitar pukul 17.00 WIB guna menjalani pemeriksaan luar.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, posisi korban ditemukan telungkup di lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat, sekitar 10 meter dari bangunan Asta Sumbersuko. 

Sepasang sandal korban ditemukan terlepas sekitar dua meter dari lokasi tubuh korban.

Petugas juga menemukan darah keluar dari mulut dan gigi korban serta cairan yang keluar dari kemaluan.

Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat hipertensi. 

Hasil pemeriksaan luar di RSUD Situbondo juga menyebutkan tanda kemerahan pada dada korban berkaitan dengan riwayat penyakit tersebut. 

Selain itu, saksi menyebut korban diketahui sedang menjalankan ibadah puasa pada hari kejadian.

Penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara itu, keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi dalam serta tidak akan menempuh jalur hukum.

Dalam penanganan kejadian, unsur yang terlibat meliputi Polsek Kendit, Koramil Kendit, INAFIS Polres Situbondo, BPBD Kabupaten Situbondo, Tagana Dinas Sosial, Puskesmas Kendit, Pemerintah Desa Kukusan, aparat kecamatan, serta warga setempat.

Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *