Kredit Perbankan di Sekarkijang Capai Rp62,42 Triliun, DPK Bank Umum Tumbuh 16,58 Persen

Kepala OJK Jember memaparkan outstanding kredit Bank Umum di wilayah Sekarkijang. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Kepala OJK Jember memaparkan outstanding kredit Bank Umum di wilayah Sekarkijang. (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Kinerja intermediasi perbankan di wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga posisi 31 Mei 2026, meskipun laju pertumbuhan kredit cenderung melambat.

Hingga 17 Juli 2026, outstanding kredit Bank Umum di wilayah Sekarkijang tercatat sebesar Rp62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, outstanding kredit Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) mencapai Rp2,58 triliun atau tumbuh 6,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum tercatat sebesar Rp55,80 triliun atau meningkat 16,58 persen (yoy).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga serta likuiditas yang memadai untuk mendukung penyaluran kredit.

Berbeda dengan Bank Umum, DPK BPR tercatat sebesar Rp2,18 triliun atau mengalami kontraksi 0,61 persen (yoy).

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menyatakan akan terus mendorong industri jasa keuangan di wilayah Sekarkijang agar mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan kredit atau pembiayaan dan terjaganya likuiditas.

“OJK juga terus memperkuat penerapan manajemen risiko pada industri perbankan guna meningkatkan kualitas penyaluran kredit,” katanya.

Upaya restrukturisasi dan pendampingan kepada debitur juga terus dilakukan agar fungsi intermediasi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

OJK menilai penguatan fungsi intermediasi dan penerapan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sektor perbankan di tengah dinamika perekonomian.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung penyaluran kredit yang berkualitas sekaligus menjaga likuiditas perbankan tetap memadai.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *