JEMBER – Jumlah investor pasar modal di wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Hingga posisi Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor mencapai 431.375 Single Investor Identification (SID) atau meningkat 70,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Per 17 Juli 2026, peningkatan jumlah investor terjadi di seluruh kabupaten di wilayah Sekarkijang dengan laju pertumbuhan yang bervariasi.
Kabupaten Lumajang mencatat pertumbuhan investor tertinggi sebesar 90,92 persen.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Situbondo dengan pertumbuhan 89,57 persen, disusul Banyuwangi 80,71 persen, Jember 64,00 persen, dan Bondowoso 42,70 persen.
Meski mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain, Kabupaten Jember masih menjadi penyumbang investor terbesar di wilayah Sekarkijang.
Hingga Mei 2026, jumlah SID di Jember mencapai 173.581 atau 40,24 persen dari total investor di lima kabupaten tersebut.
Dilihat dari jenis instrumen investasi, reksa dana masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Jumlah investor reksa dana tercatat sebanyak 415.416 atau tumbuh 70,88 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, jumlah investor saham mencapai 153.880 atau meningkat 43,92 persen (yoy).
Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebanyak 15.499 atau tumbuh 26,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporannya, OJK menyebut peningkatan jumlah investor saham tidak terlepas dari bertambahnya Galeri Investasi yang memperluas jangkauan edukasi dan inklusi pasar modal di wilayah Sekarkijang.
Selain itu, pertumbuhan jumlah investor juga dinilai menggambarkan efektivitas program literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan perguruan tinggi dalam mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
Data tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat di wilayah Sekarkijang dalam pasar modal terus meningkat.
Jember masih menjadi daerah dengan jumlah investor terbanyak, sementara Lumajang mencatat laju pertumbuhan investor tertinggi hingga Mei 2026.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












