Mas Rio Beberkan Jurus Sederhana Selamatkan Ekonomi Situbondo dalam Pengukuhan Kepala OJK Jember

Bupati Situbondo, Mas Rio, diwawancarai media usai menghadiri pengukuhan Kepala OJK Jember, Jumat (26/6/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)
Bupati Situbondo, Mas Rio, diwawancarai media usai menghadiri pengukuhan Kepala OJK Jember, Jumat (26/6/2026). (Foto: Zainul Hasan - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menghadiri acara pengukuhan Kepala OJK Jember yang baru di Aston Hotel pada Jumat, 26 Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu memaparkan langkah strategis yang tengah dijalankan daerahnya dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah keterbatasan anggaran.

Mas Rio mengulas paparan dari Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Dicky Kartikoyono, mengenai portofolio ekonomi di lima kabupaten wilayah Sekarkijang yang seluruhnya berada di atas rata-rata nasional.

Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen.

Di tingkat daerah, Kabupaten Jember mencatat pertumbuhan sebesar 6,35 persen, Banyuwangi 6,14 persen, Lumajang 5,50 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,42 persen.

“Tinggal bagaimana kita mencari, menganalisis apa yang kurang,” ujar Mas Rio saat diwawancarai media.

Ia mencontohkan kondisi di Situbondo, di mana komoditas utama pemicu inflasi berpusat pada dua barang, yakni telur dan cabai.

Guna mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Situbondo meluncurkan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang disebut “Situbondo Gerakan Mandiri Pangan”.

“Telurnya saya pasrahkan sama ibu-ibu, kita bikin namanya Situbondo Gerakan Mandiri Pangan. Jadi rumah-rumah diberi bibit cabai untuk mengurangi inflasi, memitigasi inflasi. Telur diberikan pada anak-anak SMA untuk literasi tentang peternakan, kemudian dikasih insentif misalnya kandang. Ini sedang kita kerjakan. Proses-proses seperti ini yang menyelamatkan ekonomi kita. Kalau inflasinya terjaga, pertumbuhan ekonominya juga pasti ini,” ungkapnya.

Selain inflasi, Mas Rio juga menaruh perhatian pada rasio Gini agar pertumbuhan ekonomi yang bagus dapat tersebar secara merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah tantangan fiskal dan ruang anggaran yang semakin sempit, ia menilai kondisi ini justru memicu kreativitas pemerintah daerah.

“Tantangan fiskal kita kan semakin sempit, maka biasa, the power of kepepet itu menjadi sangat menarik. Itu juga yang dia lakukan. Kami tidak bersedih, justru itu menjadi challenge buat kita bagaimana dengan anggaran yang sedikit, yang dikurangi, tapi pembangunan, pelayanan kepada masyarakat tetap bisa kita penuhi dengan nyata,” pungkas Mas Rio.

Acara di Aston Hotel tersebut mengukuhkan Aris Budiman sebagai Kepala OJK Jember yang baru, menggantikan Muhammad Mufid yang telah menyelesaikan masa jabatannya untuk periode 2024–2026.

Prosesi ini dihadiri langsung oleh Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Dicky Kartikoyono, bersama jajaran kepala daerah serta tamu undangan dari wilayah Sekarkijang yang meliputi Kabupaten Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang.

Dalam sambutannya, Dicky Kartikoyono menyampaikan ucapan selamat kepada Aris Budiman sekaligus mengapresiasi dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Muhammad Mufid selama memimpin OJK Jember.

Dicky berharap kepemimpinan baru ini dapat melanjutkan kolaborasi dan sinergi yang telah terbangun erat dengan seluruh pemerintah daerah di wilayah Sekarkijang, demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan memacu pertumbuhan ekonomi regional.

“Kita mendukung sepenuhnya program yang ada,” ucap Dicky.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *