SITUBONDO – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mewanti-wanti jajaran petugas rutan agar menjadikan program pembinaan sebagai prioritas utama.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau langsung Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Situbondo yang berada di Desa Arjasa.
Kusnali mendorong jajaran petugas untuk tidak cepat puas dengan program yang sudah berjalan.
Petugas dituntut melahirkan terobosan baru dalam mengelola lahan pembinaan agar bekal keterampilan yang diberikan kepada warga binaan benar-benar optimal dan produktif.
Ia juga berpesan agar sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar makin diperkuat agar dampak pembinaan kemandirian ini bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Mari kita jadikan pembinaan sebagai prioritas utama. Berikan pelayanan dan pembinaan yang terbaik kepada warga binaan dengan mengedepankan integritas, disiplin, serta semangat untuk terus berinovasi,” kata Kusnali.
Baginya, keberhasilan program pemasyarakatan diukur dari sejauh mana warga binaan bisa berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab saat bebas nanti.
Oleh karena itu, pengelolaan SAE harus dikawal dengan penuh kedisiplinan.
“SAE harus menjadi bukti bahwa pemasyarakatan mampu membina warga binaan menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian yang baik di tengah masyarakat,” pungkas Kusnali.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












