Belajar dari Pengalaman Pahit Menunggak, Mulyono Ajak Warga Jember Disiplin Bayar Iuran JKN Sebelum Tanggal 10

Mulyono menunjukkan layanan Mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)
Mulyono menunjukkan layanan Mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

JEMBER – Kesadaran akan pentingnya jaminan kesehatan sering kali baru muncul setelah seseorang mengalami masa-masa sulit. 

Hal inilah yang mendasari Mulyono (60), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, untuk berkomitmen menjaga kepesertaannya tetap aktif. 

Pernah menghadapi kendala pelayanan akibat tunggakan iuran di masa lalu menjadi titik balik berharga bagi dirinya dan keluarga.

Sejak pengalaman pahit tersebut, Mulyono kini selalu memastikan kewajiban bulanannya terpenuhi tepat waktu. 

Ia menyadari sepenuhnya bahwa kedisiplinan membayar iuran bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan perlindungan mutlak agar hak atas pelayanan medis tidak terganggu di saat darurat.

“Saya merasa lebih tenang karena kepesertaan JKN saya selalu aktif. Kalau sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan, saya tidak perlu khawatir. Itulah sebabnya saya selalu membayar iuran tepat waktu agar kepesertaan tetap aktif dan hak atas pelayanan kesehatan tetap terjamin,” ujar Mulyono penuh kesyukuran pada Senin (29/6/2026).

Lebih lanjut, pria berusia lansia ini mengaku bangga menjadi bagian dari sistem jaminan sosial yang mengedepankan asas gotong royong. 

Baginya, setiap rupiah yang disetorkan secara rutin adalah bentuk kontribusi nyata untuk mendanai pengobatan peserta lain yang sedang membutuhkan. 

Selama memanfaatkan program ini, ia mengapresiasi kualitas layanan yang diterimanya, baik di tingkat Puskesmas maupun saat dirujuk ke rumah sakit.

“Saya merasakan sendiri manfaat JKN. Saat berobat, mulai dari pemeriksaan sampai mendapatkan obat, saya tidak mengeluarkan biaya sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu saya sangat bersyukur menjadi peserta JKN. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga memiliki jaminan kesehatan membuat saya merasa lebih tenang,” imbuhnya.

Mulyono menegaskan bahwa iuran bulanan JKN tidak boleh dipandang sebagai beban finansial, melainkan wujud solidaritas antar sesama masyarakat. 

Ia pun mengingatkan risiko besar yang harus ditanggung apabila peserta lalai dan membiarkan tunggakan menumpuk.

“Kalau kita menunggak iuran, lalu tiba-tiba sakit dan harus menjalani rawat inap, tentu kita sendiri yang akan kesulitan. Pengalaman itu membuat saya semakin disiplin membayar iuran tepat waktu. Saya dan keluarga sudah merasakan sendiri manfaat JKN, sehingga saya mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta untuk segera mendaftar. Kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan pelayanan kesehatan, dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana harus menanggung biaya pengobatan tanpa JKN,” tegasnya.

Langkah disiplin yang digaungkan oleh Mulyono ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak manajemen BPJS Kesehatan. 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, membenarkan bahwa kepatuhan peserta dalam membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya merupakan pilar utama penyokong keberlanjutan siklus pembiayaan program jaminan kesehatan nasional tersebut.

Sebagai solusi praktis guna menghindari kelalaian, pihak BPJS Kesehatan pun merekomendasikan metode pembayaran digital terautomasi yang kini sudah tersedia luas untuk mempermudah seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak peserta JKN, terutama peserta mandiri, untuk disiplin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan. Salah satu cara yang bisa dimanfaatkan adalah mengaktifkan autodebit melalui Aplikasi Mobile JKN agar pembayaran berlangsung otomatis setiap bulan,” pungkas Yessy Novita.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *