BONDOWOSO – Bank Jatim menegaskan komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ikut mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bondowoso lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Perwakilan Bank Jatim Kantor Cabang Pembantu (KCP) Maesan, Ivan Hermawan, mengatakan Bank Jatim memberikan support pada pelaku UMKM dengan menyalurkan pinjaman KUR hingga 100 juta tanpa agunan.
“Tiga tahun untuk pemodal kerja, kemudian untuk investasi bisa lima tahun, misal untuk pembelian alat produksi atau pembangunan gudang,” kata Ivan, usai menghadiri Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026 di Bondowoso, Senin (18/5/2026).
Kendati Bank Jatim memberikan kemudahan khusus bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal, tapi ada syarat yang harus dipenuhi yakni usaha sudah berjalan minimal satu tahun.
“Karena harus ada neraca keuangannya,” ujar Ivan.
Selain itu, Bank Jatim juga memfasilitasi UMKM dengan digital perbankan seperti penggunaan QRIS.
“Setiap UMKM yang menghasilkan rekening, kita tawarkan pembayaran secara digital, tak perlu tunai lagi, ini sangat memudahkan dalam transaksi,” imbuhnya.
Bank Jatim akan terus mendukung program pemerintah, khususnya dalam rangka memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Pihaknya berharap, UMKM di Bondowoso terus mengejar ketertinggalan dari UMKM daerah lain.
“Kami tentu berharap dengan adanya program KUR ini dapat membuat UMKM bertransformasi dan naik kelas menjadi usaha menengah sampai usaha besar. Kita ingin UMKM semakin berkembang, angsurannya juga lancar,“ pungkasnya.
Editor: Ubay – ZONA INDONESIA












