UIN KHAS Jember Tancap Gas Menuju Kampus Informatif, Andalkan Dua Aplikasi Digital Baru

Rakor Persiapan e-Monev KIP yang di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1, Senin (18/5/2026). (Foto: Dok/Humas UIN KHAS Jember - ZONA INDONESIA)
Rakor Persiapan e-Monev KIP yang di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1, Senin (18/5/2026). (Foto: Dok/Humas UIN KHAS Jember - ZONA INDONESIA)

JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kian serius mematangkan langkah untuk meraih predikat sebagai perguruan tinggi yang “informatif”. 

Komitmen tersebut diperkuat melalui gelaran Rapat Koordinasi Persiapan e-Monev Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang dilangsungkan di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 pada Senin (18/5/2026).

Dalam forum konsolidasi yang dihadiri jajaran pimpinan rektorat, tim Humas, serta Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tersebut, universitas langsung menggebrak dengan memperkenalkan dua inovasi digital sekaligus. 

Platform yang dipresentasikan adalah aplikasi PPID berbasis Android serta aplikasi bernama SiM-KHAS. 

Langkah strategis ini sengaja diambil guna mempermudah akses pelayanan publik sekaligus memperkokoh sistem dokumentasi kampus yang adaptif di era digital.

Kepala Biro AUPK sekaligus Ketua PPID Utama UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, mengungkapkan bahwa lompatan performa keterbukaan informasi di kampusnya terhitung sangat cepat. 

Bahkan, nilai yang dikantongi UIN KHAS Jember saat ini sudah terpaut sangat tipis untuk bisa menyabet kategori tertinggi, yakni kampus yang “informatif”.

“Ini menunjukkan bahwa kerja teman-teman PPID, Humas, dan seluruh unsur yang terlibat mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Bahkan banyak pihak terkejut karena UIN KHAS Jember mampu bergerak cepat menuju kategori menuju informatif,” ujar Nawawi di depan peserta rapat.

Nawawi memaparkan, akselerasi ini tidak lepas dari keseriusan pimpinan universitas yang getol memfasilitasi penguatan kapasitas tim di lapangan, di samping penyediaan platform digital. 

Kendati demikian, ia mengingatkan agar tata kelola informasi tidak sekadar terjebak pada pemenuhan urusan administratif dan penilaian semata, melainkan wajib melahirkan inovasi program yang berdampak nyata pada pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat luas.

Di sisi lain, aspek keamanan dan regulasi penyiaran informasi juga menjadi sorotan tajam dalam rapat koordinasi tersebut. 

Wakil Rektor III sekaligus Tim Pengarah PPID UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, mengingatkan seluruh jajaran agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme dalam mengelola data publik.

Faizin menegaskan bahwa akses data resmi tetap harus melewati mekanisme permohonan yang terstruktur, lengkap dengan identitas dan tujuan penggunaan yang jelas. 

Selain itu, ia juga mewanti-wanti tim digital kampus agar lebih selektif dalam melakukan publikasi secara langsung atau live streaming guna menghindari potensi pelintiran informasi di ruang siber.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami mana informasi yang terbuka dan mana yang dikecualikan. Ini menjadi bagian penting dalam tata kelola keterbukaan informasi publik yang sehat,” tegas Faizin.

Melalui sinergi lintas unit dan peluncuran dua aplikasi anyar ini, UIN KHAS Jember optimistis budaya transparansi dan akuntabilitas yang dibangun mampu mengantarkan mereka mengamankan predikat sebagai kampus informatif dalam waktu dekat.

(Penulis: Tim Redaksi ZONA INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *