SITUBONDO – Peristiwa menegangkan menimpa 13 anak buah kapal (ABK) slerek Mustika yang tenggelam di perairan Desa Agel, Kecamatan Jangkar, Situbondo pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.
Beruntung, gerak cepat Satpolairud Polres Situbondo bersama nelayan setempat berhasil memastikan seluruh korban dievakuasi dalam keadaan selamat.
Insiden ini bermula saat kapal milik Moh Soleh (47), warga Dusun Mimbo, berangkat melaut sejak Jumat sore. Saat sedang berjangkar pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, air mendadak masuk dari bagian buritan dan memenuhi lambung kapal. Meski kru kapal sempat berusaha menguras air, kapal tetap miring dan akhirnya tenggelam.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengungkapkan bahwa para korban sempat terkatung-katung di tengah laut sebelum bantuan tiba.
“Para ABK sempat bertahan di tengah laut sekitar dua jam dengan memanfaatkan benda-benda terapung sambil menunggu bantuan,” jelas AKP Gede.
Penyelamatan berhasil dilakukan setelah salah satu awak kapal, Solihin, menggunakan ponselnya yang tersisa untuk menghubungi keluarga dan meminta pertolongan.
Informasi tersebut langsung diteruskan ke nelayan lain, hingga akhirnya kapal milik nelayan bernama Tohar tiba di lokasi sekitar pukul 03.30 WIB untuk mengevakuasi seluruh korban ke pesisir Pondok Mimbo.
Pihak kepolisian yang menerima laporan pada pagi harinya langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
“Begitu menerima laporan, anggota Satpolairud langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi kapal dan keselamatan seluruh awak,” tambahnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kapal diduga tenggelam akibat kebocoran pada lambung.
Menanggapi musibah ini, AKP Gede mengingatkan para nelayan untuk selalu waspada dan memeriksa kelaikan kapal sebelum berlayar.
“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu membawa alat keselamatan, memeriksa mesin, kondisi lambung, serta seluruh fasilitas kapal sebelum berangkat melaut,” tegasnya.
Penulis: Fathur Rozi – ZONA INDONESIA












