JEMBER – Sebanyak 18 murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jember diduga kuat mengalami keracunan massal, Rabu (20/5/2026).
Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi paket makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok oleh pihak penyedia, yakni SPPG Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai (belakang Samsat Jember atau arah menuju Kuburan Cina).
Berikut adalah data lengkap mengenai kronologi kejadian, daftar korban, serta sebaran penanganan medis para siswa yang terdampak:
Kronologi Kejadian
- Kondisi Awal: Pada pagi hari, anak-anak berangkat menuju sekolah masing-masing dalam kondisi yang baik-baik saja dan sehat.
- Pukul 09.00 WIB: Bantuan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) datang dan diantarkan ke sekolah, lalu langsung disantap oleh para murid.
- Pukul 10.00 WIB: Tanda-tanda gejala keracunan mulai muncul di lingkungan sekolah. Sejumlah anak mulai terlihat lemas dan berwajah pucat.
- Kondisi di Rumah: Setibanya di rumah, gejala memburuk secara drastis. Anak-anak mengalami muntah-muntah (muntahan berwarna kuning), diare, hingga kondisi fisik yang sangat pucat.
Data Lengkap Korban
Hingga laporan terakhir diterima, total korban diperkirakan mencapai kurang lebih 18 anak.
Berikut adalah rincian identitas dan data siswa yang berhasil dihimpun dari lapangan:
Siswa dari Raudlatul Thulab (Jl. Gajah Mada 31)
Lima anak dari lembaga ini telah teridentifikasi alamat rumahnya:
- Arina (4 tahun) – Alamat: Jl. Gajah Mada 31
- Narendra (6,5 tahun) – Alamat: Jl. Gajah Mada 31
- Widad (7 tahun) – Alamat: Jl. Gajah Mada 31
- Naura (6 tahun lebih) – Alamat: Tegal Besar
- Jafran (5 tahun lebih) – Alamat: Jl. Gajah Mada 31
Siswa dari PAUD Aster 29
- Qirani Tsabita Putri Marwah (4 tahun)
Daftar Korban Lainnya
Delapan siswa berikut juga terdata sebagai korban terdampak dalam insiden ini:
- M. Kenzo Kurniawan
- Raka Tri Noer Zaini
- Abdul Haris
- Devano Alvero
- M. Rendra
- Dhamarwulan
- Syaquuena Al-Birru
- Elva Reta
Siswa dari Lembaga Lain
- TK Hidayatullah Mubtadiin (Jl. Teratai): Turut menjadi salah satu lembaga yang terdampak langsung.
- TK Kuncup Bunga: Sebanyak 2 anak dilaporkan menjadi korban, namun data pribadi lengkapnya masih dalam proses pengiriman.
Sebaran Penanganan Medis
Dari total keseluruhan korban, mayoritas anak menjalani rawat jalan setelah mendapatkan penanganan pertama, namun terdapat beberapa anak yang harus mendapatkan perawatan intensif (opname) dengan rincian sebagai berikut:
- 4 Anak Rawat Inap (Opname): Dirawat secara intensif di Rumah Sakit Umum Kaliwates (RSUK).
- 1 Anak Rawat Inap (Opname): Dirawat di Puskesmas Kaliwates (atas nama Qirani Tsabita Putri Marwah dari PAUD Aster 29).
- 1 Anak Dirawat: Ditangani secara medis di Puskesmas Jember Kidul.
- Siswa Lainnya: Menjalani penanganan rawat jalan karena kondisi gejala yang relatif lebih ringan.
Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, bergerak cepat begitu menerima aduan resmi mengenai peristiwa tersebut.
David mengaku sangat terpukul dan prihatin saat pertama kali mendengar laporan mengenai kondisi anak-anak yang mendadak tumbang setelah menyantap makanan dari pihak penyedia.
Berdasarkan kesaksian yang diterimanya, anak-anak yang semula berangkat sekolah dalam kondisi sehat walafiat, tiba-tiba mengalami lemas, wajah pucat, hingga muntah-muntah kuning sesampainya di rumah.
“Informasi yang kami dapatkan menunjukkan ada sekitar 18 anak yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap David.
Meskipun saat ini statusnya masih berupa dugaan medis, David menegaskan bahwa dari hasil validasi data korban di lapangan, seluruh indikasi mengarah pada satu sumber penyedia makanan yang sama di Jalan Teratai tersebut.
“Jadi, walaupun ini baru dugaan, kami bisa memastikan bahwa kejadian ini adalah dampak dari mereka mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis yang diberikan oleh SPPG Mitra Kaliwates 7 di Jalan Teratai,” tegasnya.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












