JEMBER — Kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember berujung pada penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, mengakui bahwa dapur yang dipimpinnya kini telah resmi disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tegas ini diambil setelah belasan siswa PAUD dan TK dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari dapur tersebut.
Akibat keputusan ini, SPPG Al-Mubarok Kaliwates dipastikan berhenti beroperasi dan tidak melakukan distribusi makanan pada Kamis, 21 Mei 2026.
“Kita sementara sudah disuspensi,” ungkap Ahmad Farid Anam.
Kendati demikian, Farid mengaku belum mengetahui secara pasti berapa lama pembekuan operasional ini akan berjalan karena keputusan lanjutan sepenuhnya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda dan pihak kepolisian.
“Yang bisa memastikan hanya hasil lab,” tambahnya.
Sejak laporan pertama mencuat, pihak SPPG mengklaim langsung melakukan penanganan dengan membawa para siswa yang bergejala ke Rumah Sakit Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul.
Seluruh biaya pengobatan bagi korban yang tidak memiliki BPJS ditanggung langsung oleh pengelola SPPG sebagai bentuk tanggung jawab mitra dapur.
“Saya selaku Kepala SPPG Kaliwates mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini.”
Di sisi lain, desakan penutupan permanen disuarakan keras oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto.
“Kalau bisa ditutup,” tegas David.
Rekomendasi penghentian operasional ini juga didukung penuh oleh Satgas MBG Kabupaten Jember setelah mencatat sedikitnya 18 anak menjadi korban.
Ketua Satgas MBG, Achmad Imam Fauzi, membeberkan bahwa dapur tersebut sebenarnya sudah sering mendapatkan peringatan sebelumnya.
“Sebenarnya SPPG ini sudah sering diingatkan karena sering masuk ke kanal Wadul Guse akibat adanya keluhan dari masyarakat,” ujar Fauzi.
Satgas berkomitmen akan mengusut tuntas kelayakan dapur penyedia dengan proaktif turun langsung ke lapangan.
Menanggapi musibah yang menimpa anak-anak tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, turut menyampaikan rasa prihatin yang mendalam.
Mewakili pemerintah daerah, ia meminta maaf secara terbuka kepada seluruh keluarga korban.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban serta orang tua korban. Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir yang terjadi di Kabupaten Jember,” pungkas Gus Fawait.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA












