JEMBER – Jumlah investor pasar modal di wilayah Sekarkijang melonjak tajam hingga 31 Juli 2026 dengan total mencapai 470.547 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 78,70 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kabupaten Lumajang mencatatkan pertumbuhan investor tertinggi di Sekarkijang sebesar 102,63 persen (64.787 SID), disusul Situbondo sebesar 102,34 persen, Banyuwangi 88,23 persen, Jember 70,96 persen, dan Bondowoso 49,91 persen.
Selain pasar modal, pembiayaan produk emas (bullion bank) juga menunjukkan tren yang sangat positif.
Nilai cicil emas melesat 157,81 persen dari Rp166 miliar pada Juli 2025 menjadi Rp430 miliar pada Juli 2026.
Pada periode yang sama, akumulasi tabungan emas masyarakat meningkat dari 172.539 gram menjadi 277.009 gram atau tumbuh sebesar 60,53 persen.
Melihat maraknya minat investasi emas di masyarakat, Kepala OJK Jember Aris Budiman meminta masyarakat agar memahami betul risiko investasi sebelum bertransaksi.
“Dengan pemahaman yang memadai masyarakat diharapkan dapat memilih produk emas sesuai dengan tujuan dan kemampuan keuangannya serta mengambil keputusan keuangan secara bijak,” katanya.
Aris Budiman juga memaparkan bahwa fenomena kenaikan suku bunga acuan BI Rate dari 5,25 persen pada Juli 2025 menjadi 5,75 persen pada Juli 2026 direspons secara positif oleh masyarakat.
Meskipun jumlah rekening simpanan berkurang dari 12,59 juta menjadi 11,44 juta rekening, rata-rata nominal simpanan per rekening justru meningkat dari Rp3,85 juta menjadi Rp5,07 juta.
Selain itu, kinerja simpanan kelompok usaha yang tercermin dari pertumbuhan giro sebesar 80,20 persen menunjukkan bahwa aktivitas transaksi jangka pendek berjalan sangat aktif.
“Pertumbuhan dana perbankan pun makin kuat karena tidak hanya ditopang oleh deposan besar, tetapi juga didukung oleh penghimpunan dana ritel yang jauh lebih stabil,” ungkap Aris Budiman.
Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA













