Belasan Anak-Anak Keracunan MBG, Bupati Jember Minta Maaf!

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)
Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah dugaan keracunan makanan yang menimpa belasan murid TK dan PAUD dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menyikapi insiden medis tersebut, pihak pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyampaikan permohonan maaf terbuka yang sebesar-besarnya kepada para korban beserta seluruh pihak keluarga.

“Semoga kejadian ini adalah kejadian terakhir yang terjadi di Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait, Kamis (21/5/2026).

Kasus kedaruratan pangan yang memicu perhatian serius orang nomor satu di Jember ini bermula dari menu makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok Kaliwates.

Sedikitnya 18 anak dilaporkan mengeluhkan gejala keracunan usai mengonsumsi hidangan porsi kecil berupa ayam suwir bumbu kuning, tahu krispi, timun, dan buah jeruk yang didistribusikan.

Merespons tragedi ini, Satgas MBG Kabupaten Jember langsung mengeluarkan rekomendasi penghentian operasional dapur.

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, membeberkan bahwa fasilitas penyedia ini sebenarnya sudah lama berada dalam radar pengawasan berkala akibat laporan warga.

“Sebenarnya SPPG ini sudah sering diingatkan karena sering masuk ke kanal Wadul Guse akibat adanya keluhan dari masyarakat,” tegas Fauzi.

Ia memastikan Satgas akan bertindak proaktif dengan turun langsung memeriksa kelayakan dapur di tingkat kecamatan agar insiden ini tidak terulang di masa depan.

Di sisi lain, Kepala SPPG Al-Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam, mengonfirmasi bahwa dapur yang dikelolanya kini telah resmi dibekukan.

“Kita sementara sudah disuspensi,” akunya.

Keputusan penonaktifan operasional tersebut diterbitkan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kendati demikian, Farid enggan berspekulasi mengenai penyebab utama keracunan dan meminta publik bersabar menunggu hasil pengujian ilmiah.

“Yang bisa memastikan hanya hasil lab,” imbuhnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban selaku mitra program, Farid menyatakan pihaknya telah mengover seluruh biaya pengobatan para murid yang dilarikan ke Rumah Sakit Kaliwates maupun Puskesmas Jember Kidul, khususnya bagi yang tidak memiliki BPJS.

Ia juga menyusul langkah bupati dengan menyampaikan penyesalan.

“Saya selaku Kepala SPPG Kaliwates mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” tutupnya.

Penulis: Zainul Hasan – ZONA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *