BONDOWOSO — Bertambahnya lubang di Jembatan Koncer, Bondowoso, mendapat perhatian dari Partai Golkar.
Pemerintah daerah (Pemda) Bondowoso diminta tidak hanya memasang portal, tetapi juga menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas sekaligus menjaga akses tersebut dari kendaraan bertonase berat.
Wakil Ketua Bidang PP DPD Partai Golkar Bondowoso, Beni Ahmad Fajar, mengatakan kondisi Jembatan Koncer perlu disikapi serius karena menjadi salah satu akses alternatif selama pembangunan Jembatan Sentong Nangkaan masih berlangsung.
“Kita tidak ingin kedua jembatan tersebut tidak bisa difungsikan,” kata Beni yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, keberadaan petugas di lokasi penting untuk memastikan portal yang dipasang tidak kembali ditabrak kendaraan.
Petugas juga dapat mengatur arus lalu lintas, terutama saat terjadi kepadatan akibat kondisi badan jembatan yang berlubang.
Beni menyebut, keberadaan traffic cone sebagai penanda lubang memang diperlukan untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan.
Namun, penempatan rambu tersebut juga membuat ruang kendaraan melintas menjadi semakin terbatas sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Maka diperlukan petugas yang stand by untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan, ini biasanya pagi hingga sore macet,” ujarnya.
Selain mengatur lalu lintas, petugas juga dinilai perlu menjaga portal agar tidak kembali dirusak atau ditabrak kendaraan.
Beni menyebut sebelumnya portal di lokasi tersebut sempat ditabrak truk.
“Karena kemarin portal ditabrak truk, jika ada yang menjaga, kami yakin kendaraan berkekuatan berat tidak akan melintas di jembatan,” ungkapnya.
Ia menilai pengawasan secara langsung dapat menjadi langkah pencegahan agar kendaraan berat tidak memasuki jembatan yang kondisinya mulai mengalami kerusakan.
Dengan demikian, beban jembatan dapat dikendalikan dan potensi kerusakan lebih lanjut bisa diminimalkan.
Beni menegaskan, pengamanan Jembatan Koncer bukan semata persoalan menjaga fasilitas fisik, tetapi juga memastikan jalur alternatif tersebut tetap dapat digunakan masyarakat selama pembangunan Jembatan Sentong Nangkaan belum selesai.
“Golkar minta Jembatan Koncer ini dijaga. Jangan sampai karena pengawasan yang kurang, jembatan yang sekarang masih bisa digunakan justru semakin rusak dan akhirnya tidak dapat dilalui,” pungkasnya.
Pewarta: Ubay – ZONA INDONESIA













